Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ada Proyek Perumahan di Karimunjawa Jepara Diduga Dijualbelikan Asing, Ini Kata BPN

Ada Proyek Perumahan di Karimunjawa Jepara Diduga Dijualbelikan Asing Ini Kata BPN

Kondisi lahan yang rencananya akan digunakan proyek jual beli perumahan untuk WNA di Karimunjawa. (MURIANEWS/ thestartupisland.com)

MURIANEWS, Jepara – Proyek perumahan di Karimunjawa yang diduga dijualbelikan warga negara asing (WNA) bikin warga Desa Kemujan, Karimunjawa, Jepara, lokasi pekerjaan itu marah.

Selain pengerjaannya tidak ada sosialisasi pada warga setempat, proyek pengerjaannya juga memakan bibir pantai di sana. Lebih lagi, lahan seluas 35.000 meter disana dijual dalam bentuk perumahan dengan harga selangit, yakni 49.500 Euro atau sekitar Rp 808 juta.

Menyikatpi itu, Kepala Kantor Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Jepara Jaka Pramono mengaku belum mendapatkan informasi penjualan properti kepada WNA.

Menurutnya, WNA tidak bisa menguasai tanah di Indonesia. Perumahan yang dijual kepada WNA tidak bisa ditindaklanjuti peralihannya.

“’Ya, artinya kalau dijual kepada perorangan asing jelas tidak bisa ditindaklanjuti peralihannya,” tegasnya.

Jika dalam iklan The Starup Island sudah mengklaim sudah ada penjualan 170 unit, Jaka memastikan, sampai saat ini tidak ada peralihan kepada WNA. “Tapi prinsipnya sampai saat ini belum ada peralihan kepada orang asing tersebut,” imbuhnya.

Jaka menjelaskan, sesuai Peratuan pemerintah (PP) Nomor 103 Tahun 2015 tentang Pemilikan Rumah Tinggal atau Hunian oleh Orang Asing yang berkedudukan di Indonesia, WNA hanya bisa memiliki rumah tinggal, satuan rumah susun (sarusun) dengan hak pakai.

Baca juga: Heboh! Tanah di Karimunjawa Diduga Dijual Bebas untuk Warga Asing

Syaratnya harus mempunyai ijin tinggal di Indonesia, keberadaanya memberikan manfaat, melakukan usaha, bekerja, atau berinvestasi di Indonesia.

“Tapi kalau rumah tinggal dengan hak pakai bisa asalkan memenuhi syarat dan bukan untuk kegiatan usaha,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, tanah di Karimunjawa, Kabupaten Jepara diduga dijual bebas pada warga asing. Dugaan itu heboh setelah sebuah akun Twitter bernama Lorraine Riva atau @yoyen.

Isi unggahan tersebut memperlihatkan adanya proyek perumahan di Taman Nasional Karimunjawa yang dijual kepada warga negara asing (WNA). Kabar itu diunggah, Jumat (14/1/2022) lalu.

Perbincangan soal jual beli tanah di Karimunjawa pada orang asing ini sempat ramai di laman Facebook pada akhir 2021 lalu.

Dilihat MURIANEWS, Senin (17/1/2022) pukul 14.00 WIB, unggahan @Yoyen itu sudah dibagikan sebanyak sebanyak 5.275 kali serta disukai 10,8 ribu akun.

Dalam unggahannya, @Yoyen menyebut laman yang menjualbelikan tanah itu bernama The Startup Island. Dalam penawarannya, untuk pembelian unit rumah di Pulau Karimunjawa dihargai 49.500 Euro atau sekitar Rp 808 juta.

“Type-type elub di Canggu/Ubud nanti pada beli rumah di Karimun Jawa. WTH! Ini ada beberapa video pembangunan area tersebut,” cuit @Yoyen sambil menyertakan laman resmi https://www.thestartupisland.com.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.