Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Bikin Geregetan! Bibir Pantai Karimunjawa Jepara Dicaplok Proyek Asing

Bikin Geregetan Bibir Pantai Karimunjawa Jepara Dicaplok Asing

Pagar bangunan The Starup Island di Karimunjawa yang sampai bibir pantai. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Jepara – Bibir Pantai di Karimunjawa, tepatnya di Desa Kemujan, Karimunjawa, Jepara dicaplok oleh proyek perumahan yang diduga diinisiasi warga negara asing (WNA).

Kondisi itu bikin darah warga desa setempat mendidih. Lebih lagi, proyek perumahan itu diduga dijualbelikan di https://www.thestartupisland.com dengan harga selangit yakni, 49.500 Euro atau sekitar Rp 808 juta.

Salah satu warga, Bambang atau yang akrab disapa Bang Jack, memastikan dirinya sudah melihat langsung proyek bangunan tersebut. Dari situ, ia melihat bangunan proyek tersebut sampai masuk ke bibir pantai.

Menurutnya, lokasi tersebut memang sangat indah, karena berdekatan dengan Pelabuhan Legon Bajak. “Sampai ke bibir pantai tanah yang dibebaskan sama mereka. Yang dibeli. Oleh sebab itu, mereka mengejar patok (batas lahan, red) sampai ke bibir pantai. Yang dipagar sekarang ini betul-betul di bibir pantai,” jelas Bang Jack, Senin  (17/1/2022).

Padahal, lanjutnya, pada bibir pantai itu, dulunya merupakan jalan utama bagi masyarakat setempat. Tepatnya sebelum ada jalan aspal yang saat ini menjadi jalan utama. Namun, sekarang bekas jalan tersebut sudah ditutup dengan beton.

Baca juga: Heboh! Tanah di Karimunjawa Diduga Dijual Bebas untuk Warga Asing

Beberapa saat lalu, setelah mengetahui ada pagar sampai ke bibir pantai, masyarakat setempat hendak bersikap anarkis. Namun, oleh Bang Jack, yang juga selaku Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kemujan ini, berupaya untuk menahan.

Dia bahkan sudah menemui kontraktor bangunan tersebut. Namun, ia hanya mendapat jawaban bahwa kontraktor tersebut hanyalah pekerja proyek. Kontarktor hanya mengerjakan apa yang ada dalam gambar desain bangunan itu.

“Proyek jalan terus. Dan kita enggak boleh masuk. Mereka mengacak-acak begitu saja kita enggak tahu maksudnya. Yang jelas sekarang, pagarnya betul-betul ke bibir pantai,” ungkap Bang Jack.

Sebelumnya diberitakan, Tanah di Karimunjawa, Kabupaten Jepara diduga dijual bebas pada warga asing. Dugaan itu heboh setelah sebuah akun Twitter bernama Lorraine Riva atau @yoyen.

Isi unggahan tersebut memperlihatkan adanya proyek perumahan di Taman Nasional Karimunjawa yang dijual kepada warga negara asing (WNA). Kabar itu diunggah, Jumat (14/1/2022) lalu.

Perbincangan soal jual beli tanah di Karimunjawa pada orang asing ini sempat ramai di laman Facebook pada akhir 2021 lalu.

Dilihat MURIANEWS, Senin (17/1/2022) pukul 14.00 WIB, unggahan @Yoyen itu sudah dibagikan sebanyak sebanyak 5.275 kali serta disukai 10,8 ribu akun.

Dalam unggahannya, @Yoyen menyebut laman yang menjualbelikan tanah itu bernama The Startup Island. Dalam penawarannya, untuk pembelian unit rumah di Pulau Karimunjawa dihargai 49.500 Euro atau sekitar Rp 808 juta.

“Type-type elub di Canggu/Ubud nanti pada beli rumah di Karimun Jawa. WTH! Ini ada beberapa video pembangunan area tersebut,” cuit @Yoyen sambil menyertakan laman resmi https://www.thestartupisland.com.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.