Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Heboh, Warga Hadipolo Kudus Tanami Jalan dengan Pohon Pisang dan Tebu

Seorang warga tampak menghindari jalanan yang berlubang Desa Hadipolo Kudus, Minggu (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Sejumlah warga di Dukuh Sumber, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus menanami akses jalan desanya dengan pohon pisang dan tebu. Hal itu lantaran mereka geram melihat jalan desanya rusak parah dan tak kunjung diperbaiki.

Penanaman sejumlah batang pohon tersebut, diinisiasi oleh beberapa warga pada Sabtu (16/1/2022) malam dan berlanjut di Minggu (16/1/202) pagi.

“Tidak apa-apa, biar bagus sekalian jalannya, mempercantik jalan yang penuh lubang ini,” kata Slamet, salah satu warga Dukuh Sumber yang turut menanam batang pohon pisang.

Menurut keterangannya, jalan dengan panjang kurang lebih satu kilo meter tersebut, dibiarkan berlubang bertahun-tahun. Hingga akhirnya menjadi penyebab banyak warga terjatuh saat musim penghujan.

“Parahnya yang jatuh itu anak-anak, mereka mau ke masjid mau ke sekolah lewat sini jatuh dan akhirnya pulang tidak jadi sekolah karena bajunya kotor,” ungkapnya menggebu.

Sejumlah warga tampak menanam batang pohon pisang di jalanan berlubang Desa Hadipolo Kudus, Minggu (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

Slamet pun berharap keadaan seperti ini tak terus menerus terjadi. Pihaknya bersama sejumlah warga sangat mendesak pemerintah desa segera memperbaiki jalan tersebut.

Apalagi jalan tersebut juga termasuk jalan penghubung antar desa dan antar kecamatan. Yakni dari Desa Ngembalrejo Kecamatan Bae ke Desa Hadipolo Kecamatan Jekulo.

“Masyarakat sudah mengajukan katanya mau dibangun tapi sampai sekarang belum dibangun-bangun, kasihan yang lewat sini, ini jalan ramai. Dari Bulusan juga lewatnya sini,” pungkasnya.

Senada, Azizah salah satu warga juga berharap pemerintah desa segera turun tangan membenarkan jalan tersebut. Azizah bahkan menyebut jika tidak bisa membangun maka diharapkan untuk tidak usah menjabat saja.

“Kalau tidak bisa diserahkan ke yang muda-muda saja, ini sudah lama sekali, ini juga jalan hidup, jalan ramai, tapi tidak tersentuh-sentuh. Banyak anak-anak jatuh di sini, kasihan,” tegasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Cholis Anwar

Comments
Loading...