Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Masih Perlukah Memanaskan Mesin Motor di Pagi Hari?

Masih Perlukah Memanaskan Mesin Motor di Pagi Hari?
Ilustrasi (pixabay.com)

MURIANEWS, Kudus – Bagi sebagian orang memanaskan mesin motor pada pagi hari atau sebelum berpergian seolah sudah menjadi rutinitas. Dengan memanaskan mesin mereka beranggapan kalau motornya bisa lebih awet dan tidak cepat rusak.

Tapi apakah kegiatan tersebut masih perlu dilakukan untuk merawat kondisi motor?

Saat memanaskan kendaraan tidak memakan waktu lama, hanya butuh beberapa menit dan mesin dapat dimatikan. Tujuan dari memanaskan kendaraan merupakan untuk menjaga kondisi mesin atau komponen lain agar terjaga dan tetap prima saat digunakan.

Dengan memanaskan mesin kendaraan sebelum digunakan dapat membantu oli untuk mencapai celah sempit pada mesin yang perlu terlumasi. Saat mesin mati dalam waktu yang lama, oli akan turun sehingga bagian atas mesin mengering.

Baca juga: Penadah 48 Motor Bodong di Semarang Diringkus Polisi

Ketika mesin dipanaskan, oli kembali naik sehingga melumasi dan membantu memperkecil gesekan antara logam. Hal ini berfungsi untuk menurunkan risiko keausan lebih cepat pada komponen di dalam mesin.

Namun dengan teknologi semakin canggih, pabrikan motor maupun mobil turut menyematkan pada produknya. Motor maupun mobil keluaran beberapa tahun terakhir telah mengusung mesin dengan sistem injeksi bahan bakar dan disokong sistem yang canggih sehingga tidak perlu lagi dipanaskan.

Mengutip dari detik.com, memanasi mesin dengan teknologi terkini hanya akan sia-sia. Karena hanya akan buang-buang bahan bakar dan tidak membuat mesin optimal.

Dengan teknologi terkini, memanasi mesin sebetulnya sah saja. Tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat akan memanasi mesin kendaraan.

Bagi pemilik kendaraan dengan mesin injeksi, hanya dalam satu hingga dua menit cukup untuk memanaskan mesin untuk menghemat bensin. Selain itu, mesin yang terlalu lama dipanaskan justru dapat mengalami overheat dan justru memicu kerusakan.

Untuk kendaraan roda empat, sudah cukup panas atau tidaknya mesin dapat dilihat pada indikator temperatur bensin. Jika normal, jarum akan berada di tengah dan perlahan naik saat proses memanaskan mesin.

Jika pemanasan dirasa cukup, kendaraan siap dipakai dan dapat dimatikan. Atau dapat langsung digunakan untuk berkendara dengan aman.

 

 

Penulis: Loeby
Editor: Dani Agus
Sumber: detik.com

 

Comments
Loading...