Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Ingin Transplantasi Rambut Seperti Anang dan Atta, Begini Proses dan Cara Kerjanya

Ingin Transplantasi Rambut Seperti Anang dan Atta, Begini Proses dan Cara Kerjanya
Proses transplantasi rambut (Ilustrasi/freepik.com)

MURIANEWS, Kudus- Berbagai inovasi dihadirkan untuk mengatasi sejumlah masalah pada rambut. Salah satu cara mengatasi kerusakan rambut adalah transplantasi rambut, seperti yang baru dilakukan Anang Hermansyah dan Atta Halilintar.

Bagi Anda yang ingin melakukan tindakan ini, sebaiknya kenali dulu apa itu transplantasi rambut. Mulai dari prosedur hingga efek samping yang ditimbulkan.

Dilansir dari laman merdeka.com (08/01/2022), baru-baru ini, Anang Hermansyah dan Atta Halilintar bikin heboh netizen karena menjalani prosedur transplantasi rambut di Turki. Sebelumnya, prosedur ini sukses dijalani oleh Kevin Aprilio.

Sebenarnya, seperti apa proses transplantasi rambut? Mari kita cari tahu lebih jauh.

Baca juga: Berkah Lebaran, Barbershop di Kudus Kewalahan Layani Cukur Rambut

Turki Tawarkan Harga Lebih ‘Miring’ daripada Inggris

Transplantasi rambut di Turki tampaknya semakin digandrungi oleh mereka yang menginginkan rambut lebat. Pasalnya, prosedur di negeri ini terhitung lebih terjangkau daripada di Inggris.

Melansir Daily Record, biaya transplantasi rambut umumnya cukup mahal. Biaya ditentukan dari jumlah cangkok yang dilakukan di kulit kepala. Hal inilah yang menjadi ganjalan bagi sebagian besar peminat.

Cara Kerja Transplantasi Rambut

Sebelum menjalani transplantasi, pasien akan melalui tahapan konsultasi terlebih dahulu. Setelah itu, pasien harus melakukan tes darah, dan biopsi.

Saat ini, teknik transplantasi rambut yang umum digunakan ada dua, yaitu Sapphire, FUE, dan transplantasi rambut DHI. FUE adalah singkatan dari Follicular Unit Extraction dan merupakan prosedur transplantasi rambut yang paling umum digunakan. Folikel rambut dikeluarkan dari situs donor dan segera ditanamkan kembali ke area yang membutuhkan perawatan.

Teknologi Sapphire dapat membantu mengurangi keropeng dan jaringan parut (tergantung pada usia dan kesehatan pasien), sehingga memungkinkan implantasi (penanaman) unit folikel yang lebih tepat.

DHI (Direct Hair Implantation) bekerja dengan cara yang mirip dengan FUE, tapi penanaman rambut dilakukan dengan Choi Implanter Pen sehingga penempatan setiap unit folikel bisa lebih akurat. Akurasi yang tinggi ini diperlukan agar pertumbuhan rambut terlihat alami. Rambut hasil pencangkokan pun terlihat menyatu dengan rambut asli pasien.

Hasil yang Ditawarkan dan Risiko Prosedur Transplantasi Rambut

Pada dasarnya, transplantasi rambut seperti menanam bibit. Jadi, butuh waktu agar rambut yang dicangkok tumbuh. Hasil yang didapatkan tidak instan.

Secara umum, pertumbuhan awal rambut baru akan terlihat dalam waktu 3-6 bulan. Hasil akhirnya terlihat setelah setahun, saat rambut tumbuh sekitar 1 cm.

Tentu saja, prosedur ini juga tidak dijamin seratus persen berhasil. Selalu ada kemungkinan transplantasi gagal dan implan rambut menolak tumbuh atau bahkan rontok. Ada juga risiko pembengkakan atau gatal setelah pencangkokan dilakukan. Jika pasien memiliki riwayat keloid, ada kemungkinan bekas luka jahitan tidak dapat hilang. Walaupun begitu, risiko-risiko ini bisa diminimalisir dengan perawatan yang tepat setelah prosedur dijalankan.

 

 

Penulis: Chambali
Editor: Dani Agus
Sumber: merdeka.com

 

 

Comments
Loading...