Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

PMI asal Kudus yang Dideportasi Malaysia Sempat Kerja Begini

PMI asal Kudus yang Dideportasi Malaysia Sempat Kerja Begini
Hanik saat menceritakan kisahnya pada anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Mawahib Afkar, Sabtu (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pekerja Migran Indonesia (PMI), Hanik, warga Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus dideportasi otoritas Malaysia. Ia dideportasi karena melanggar kelegalan dokumen keimigrasian.

Hanik ternyata ditipu agen yang menyalurkannya untuk bekerja di negeri Jiran itu. Bahkan gajinya selama bekerja di Malaysia masih ditahan pihak agen.

Sebelum dideportasi, Hanik sempat keluar dari agen yang menyalurkannya ke Malaysia. Saat keluar, ia hanya diberikan paspor miliknya. Sementara gajinya tidak diberikan.

Ia kemudian bekerja serabutan, mulai dari menjadi petugas kebersihan hingga pegawai restoran. Semua dilakukan untuk mencukupi kehidupannya di perantauan. Hanik sendiri, tinggal di di Bandar Mahkota Cheras, Selangor, Malaysia.

Baca juga: Kasihan, PMI asal Kudus Dideportasi Malaysia Gaji Ditilap Agen

“Apa saja saya kerjakan, kalau ada lowongan (pekerjaan), saya kerja, laundry dan sebagainya saya lakukan untuk bertahan di sana,” kata Hanik saat bercerita pada anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Mawahib Afkar, Sabtu (15/1/2022).

Kehidupannya kemudian berangsur stabil walaupun pas-pasan. Hanik yang waktu itu tinggal dengan teman sesama imigran asal Indonesia itupun ditangkap otoritas Malaysia saat razia imigran gelap. Mulai dari kepolisian hingga kantor imigrasi setempat menahan dan memeriksanya.

“Saya dibawa ke sana ke mari kurang lebih delapan bulan. Ya saya tidak sendiri, ada sekitar 30 orang warga Indonesia lainnya yang juga bersama saya. Dan karena saya tidak melakukan kesalahan apa-apa, saya diperlakukan biasa, hanya di pindah-pindahkan itu selama delapan bulan oleh mereka,” ujarnya.

Beruntungnya, ketika dideportasi ke Batam dia bertemu dengan seorang dari Kabupaten Pati. Orang tersebut kemudian menginfokan ke sejumlah jejaring media sosial agar bisa membantu kepulangan  Hanik ke Kudus.

Hingga akhirnya sejumlah pihak membantunya pulang ke Kudus usai dia menyelesaikan karantinanya di Batam awal pekan ini. Kini, dia sudah berada di Kudus. Hanik hidup dengan bergantung pada salah satu anaknya yang telah memiliki keluarga sendiri di Mejobo.

Hanik sendiri kini merasa menyesal bekerja sebagai pekerja migran yang tidak resmi. Dia ingin berupaya bangkit dan merelakan semua gajinya di sana dengan mengais rezeki di kotanya sendiri, Kudus.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...