Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Omicron Mengganas, Pemerintah Buka Opsi Pengetatan Mobilitas

Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan (kompas.com/Kristianto Purnomo)

MURIANEWS, Jakarta- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan berencana akan melakukan pengetakan mobilitas masyarakat. Hal itu akan dilakukan apabila Covid-19 varian baru omicron terus mengganas.

Opsi pengetatan itu diambil Bersama dengan para epidemiolog, pakar kesehatan, dokter, dan pakar sosial dari berbagai lembaga pendidikan dan penelitian di Indonesia.

“Dari berbagai penelitian yang diberikan kepada saya oleh para teman-teman epidemiolog dan dokter, kita tahu bahwa varian Omicron ini menular sangat cepat, tetapi less severe atau tidak parah, walaupun terdapat angka kematian di beberapa negara namun jumlahnya cukup rendah dari varian ini,” ujar Luhut dilansir dari Liputan6.com, Sabtu (15/1/2022).

Baca: Ancaman Gelombang Omicron, Luhut: Indonesia Jauh Lebih Siap!

Kendati demikian, pihaknya berharap besar agar kasus omicron di Indonesia tidak semakin mengganas. Mengingat, sejumlah upaya telah dilakukan oleh pemerintah, termasuk vaksinasi hingga vaksin booster.

“Walau begitu, kita mau agar lonjakan kasus konfirmasi ini bisa kita turunkan dan bagaimana upaya kita pasca lonjakan Omicron ini,” lanjut dia.

Baca: Luhut Prediksi Puncak Omicron di Indonesia Terjadi Awal Februari

Dalam beberapa minggu terakhir, diketahui bahwa Varian Omicron yang berada di Indonesia berasal dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). Hingga sekarang sudah terdeteksi sebanyak 738 kasus omicron.

Baca: Soal Omicron, Luhut: Jangan Bergosip Ria

“Transmisi lokal sudah terjadi dan DKI Jakarta menjadi klaster penularannya, untuk itu perlu kita lakukan koordinasi dengan pemerintah daerah terkait pengetatan mobilitas dan juga dibarengi dengan penguatan protokol kesehatan, vaksin booster, dan fasilitas pelayanan kesehatan,” terangnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Liputan6.com

Comments
Loading...