Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

INFO BANTEN

5 Fakta Penting dan Wajib Diketahui Tentang Gempa Banten

kerusakan rumah akibat gempa (Foto: CNNindonesia.com)

MURIANEWS, Banten- Gempa yang melanda wilayah Selat Sunda dengan magnitude 6.7. yang kemudian direvisi oleh BMKG menjadi 6.6 menyisakan banyak fakta penting. Fakta-fakta itu patutu menjadi pembelajaran dan kewaspadaan.

Berikut ini MURIANEWS, merangkum lima fakta penting dari gempa Banten yang dikabarkan merusak ratusan rumah dan beberapa warga ada yang mengalami luka-luka.

Berikut fakta-faktanya:

1. Pusat Gempa di Sumur, Pandeglang Banten

Usai terjadi gempa, BMKG mengadakan konferensi pers yang menyatakan bahwa episenter gempa berada pada koordinat 7.01 Lintang Selatan (LS)-105.26 Bujur Timur (BT). Pusat gempa berada 52 kilometer barat daya Sumur, Banten.

Akibat gempa tersebut, BMKG juga mengeluarkan peringatan bahwa gempa tidak berpotensi terjadinya tsunami.

Baca: Gempa Magnitudo 6.7, Sejumlah Rumah di Banten Alami Kerusakan

2. Gempa dirasakan di Bengkulu hingga Jakarta

Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Agus Wibowo mengatakan, gempa dirasakan di sejumlah wilayah, antara lain Pandeglang, Lebak, Lampung, Bengkulu, Sukabumi, Depok, Jawa Tengah, hingga Jakarta.

Lamanya gempa berbeda-beda di setiap daerah. Di Pandeglang, Gempa dirasakan terjadi selama 5-10 detik. Warga panik dan keluar rumah, sebagian mengungsi ke dataran yang tinggi. Warga di Kabupaten Lampung Selatan merasakan gempa 1-5 detik.

Baca: Ini Penyebab Gempa Magnitudo 6.7 di Selat Sunda

3. Gempa disebabkan aktivitas penunjaman Lempeng Indo-Australia

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM mengatakan penyebab gempa kemungkinan akibat asosiasi dari aktivitas penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.

Wilayah yang berdekatan dengan pusat guncangan adalah wilayah pesisir selatan Banten, Jawa Barat dan Lampung yang pada umumnya disusun oleh batuan sedimen berumur Kuarter. Batuan berumur Kuarter serta batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan bersifat urai, lepas, belum kompak dapat bersifat memperkuat efek guncangan.

4. Sebanyak 263 Rumah Rusak

Gempa tersebut juga rusak 738rumah yang berada di 27 Kecamatan dan 113 desa di Pandeglang. Kerusakan rumah mulai dari kategori ringan, sedang dan berat. Sementara kerusakan yang cukup parah terjadi di Kecamatan Sumur, Cikeusik dan Cimanggu, Cibaliung dan penimbang.

Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga dilaporkan rusak akibat gempa di Banten itu. Di antaranya puskesmas, pondok pesantren, sekolah, kantor desa hingga musala, pabrik di Kecamatan Cikeusik.

Baca: Banten Diguncang Gempa Magnitudo 6.7

5. Warga Paling Terdampak Pilih Mengungsi

Warga yang tinggal di pesisir Kecamatan Sumur, Pandeglang, memilih untuk menginap di hunian tetap tsunami Selat Sunda lantaran takut terjadi gempa susulan. Selain itu, mereka juga takut apabila terjadi tsunami.

Berdasarkan informasi yang diterima, warga mulai mengungsi usai gempa terjadi pada sore hari kemarin. Mayoritas warga yang mengungsi di lokasi ini berasal dari perkampungan di dekat pesisir dan menjadi korban dahsyatnya guncangan gempa M 6,6.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar

Comments
Loading...