Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Pengadaan Jaring Penghambat Sampah di Kudus Terkendala Anggaran

Pengadaan Jaring Penghambat Sampah di Kudus Terkendala Anggaran
Tumpukan sampah ranting kembali menggunung di Sungai Piji Desa Kesambi Kudus (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pemkab Kudus berencana memasang jaring penghambat sampah di daerah hulu untuk mencegah sampah menumpuk di daerah hilir. Namun pengadaannya terhambat anggaran.

Bupati Kudus HM Hartopo sebelumnya menghendaki pemasangan jaring sampah itu. Tujuannya agar sampah tidak menumpuk di hilir saat musim penghujan.

Anggaran pengadaan itu diharapkan dapat dialokasikan oleh pemerintah desa yang dilalui aliran suungai dengan menggunakan dana desa. Namun, rencana itu urung dilakukan.

Baca juga: Hiii! Tumpukan Sampah Penuhi Jembatan Tiga Kesambi Kudus

Adanya sejumlah regulasi yang mengatur penggunaan dana desa menjadi penghambatnya. Salah satunya, dana desa lebih difokuskan untuk pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

“Karena sudah diatur penggunaan dana desa untuk BLT dan sebagaiya akhirnya tidak bisa. Namun, kalau nanti ini sudah tidak ada Covid-19 ini bisa dianggarkan lewat sana,” kata Hartopo, Jumat (14/1/2022).

Persoalan yang dikhawatirkan pun datang. Di mana, aliran Sungai Piji di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus sudah dipenuhi sampah. Sampah-sampah batang pohon pisang, ranting pohon hingga sampah rumah tangga menyangkut di jembatan Sungai Piji di sana.

Atas hal tersebut, Hartopo berharap camat di wilayah atas menggalakkan warganya untuk kerja bakti di wilayahnya masing-masing. Terlebih kini telah memasuki masa musim penghujan.

“Kalau tidak kasihan yang bawah ini nanti sampahnya menumpuk semua di sana,” pungkasnya.

Diketahui, tumpukan sampah terlihat memenuhi dan tersangkut di Jembatan Tiga Sungai Piji di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo. Sampah-sampah itu dikhawatirkan menjadi penyebab banjir di sana. Lebih lagi, saat ini curah hujan cukup tinggi.

Pantauan di lapangan, sampah-sampah dari berbagai macam jenisnya itu terlihat padat. Tak hanya sampah seperti batang pohon pisang, bambu, juga ada sampah rumah tangga.

Kondisi tersebut dikhawatirkan memicu jebolnya tanggul hingga jembatan yang bisa menjadikan banjir permukiman warga setempat.

Kepala Desa Kesambi M Masri mengatakan, kondisi sampah sudah sangat tebal dan sulit untuk dibersihkan secara manual.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...