Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Sadil Ramdani Batal ke Eropa, Setelah Sabah FC Berubah Sikap

Sadil Ramdani
Sadil Ramdani, salah satu pemain Indonesia, akhirnya batal ke Eropa. Hal ini terjadi setelah klub-nya Sabag FC Malaysia tidak melepasnya pergi. (facebook.com/indonesian.football.news.id/photos)

MURIANEWS, Jakarta- Sadil Ramdani, salah satu pemain Indonesia, akhirnya batal ke Eropa. Hal ini terjadi setelah klub-nya Sabag FC Malaysia tidak melepasnya pergi.

Sebelumnya, Klub Serbia Novi Pazar yang bermain di level tertinggi Liga Serbia tertarik untuk merekrutnya. Bahkan Novi Pazar sudah terang-terangan menyatakan minat mereka untuk mendapatkan tanda tangan Saddil.

Mantan pemain Bhayangkara FC itu diyakini bisa didapat tanpa biaya transfer meski terikat kontrak hingga 30 November 2022. Sebab sesuai kontrak perjanjian, Sadil bisa dilepas tanpa syarat jika ada klub Eropa yang meminatinya.

Saddil Ramdani sebelumnya mengatakan Sabah FC akan melepasnya jika ada klub Eropa yang ingin merekrutnya. Hal itu terjadi pada saat dirinya menandatangani kontrak dengan Sabah FC.

Namun Alexander Talpes, agen dari Saddil Ramdani justru mengatakan manajer Sabah FC, Marzuki Nasir malah meminta biaya transfer sebesar 300 ribu euro atau setara Rp4,9 miliar. Padahal Novi Pazar yang meminati adalah klub Eropa.

BACA JUGA: Cetak Gol Spektakuler, Saddil Ramdani Jadi Buah Bibir Publik Bola Malaysia

“Mr Marzuki mengatakan Saddil dan pelatih Kurniawan [Dwi Yulianto] berbohong bahwa mereka berbicara tentang transfer gratis. Sejak awal Saddil mengatakan kepada saya dan Novi Pazar bahwa ia bisa pergi secara gratis. Itu dikonfirmasi oleh pelatih Kurniawan,” tulis Talpes.

Mantan pemain Persela itu mengaku telah mengatakan hal jujur kepada Talpes dan Novi Pazar. Saddil juga mengatakan pihak Sabah FC hingga kini belum bersedia bertemu untuk menyelesaikan kemelut yang terjadi.

Seperti dilansir CNN Indonesia, Talpes membagikan hasil tangkapan layar percakapannya dengan Saddil. Dalam percakapan tersebut Saddil menyebut pihak Sabah telah berbohong.

“Dia [Marzuki Nasir] tipu [menipu] bos. Dia duduk bersama kami, Kurniawan, dan CEO. Saya sebagai pemain bicara apa adanya, tidak pernah melebih-lebihkan. Dia sendiri dan CEO yang berjanji dan mengizinkan saya ke Eropa,” tulis Saddil dalam percakapan dengan Talpes.

Secara terpisah, Kurniawan Dwi Yulianto membenarkan bahwa ada kesepakatan lisan antara Saddil dengan Sabah FC terkait pelepasan jika mendapat tawaran dari klub Eropa, Korea Selatan, dan atau Jepang.

Namun Kurniawan mengaku tidak mengetahui secara detail isi kontrak Saddil Ramdanai dengan Sabah. Khususnya terkait dengan klausul pelepasan gratis jika Sadil direkrut tim-tim dari Eropa, Korsel atau Jepang.

“Saya yang diminta [Sabah] untuk minta Saddil mau perpanjangan kontrak. Saya dan Saddil sepakat, dengan opsi Sabah harus melepas saat ada tim dari Eropa, Korea, dan Jepang mau ambil Saddil. Makanya Saddil mau tanda tangan,” kata Kurniawan, Kamis (13/1) malam.

Saddil dikontrak Sabah pada 18 Februari 2021 selama satu musim. Lantas kontraknya diperpanjang hingga November 2022 pada 29 Juni 2022. Perpanjangan kontrak inilah yang jadi titik persoalan saat hendak dipinang Novi Pazar.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...