Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

75 Persen Anak di Kudus Sudah divaksin Covid-19

75 Persen Anak di Kudus Sudah divaksin Covid-19
Sejumlah anak di salah satu SD di Kudus memegang bekas suntikan usai divaksin Covid-19 (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Sebanyak 74,95 persen anak-anak yang menjadi target vaksinasi anak, yakni 79.072 anak di Kabupaten Kudus sudah divaksin Covid-19. Data itu merupakan capaian per Kamis (13/1/2022).

“Kami terus melakukan percepatan vaksinasi anak, per kemarin, sudah ada sebanyak 59.262 anak yang telah kami vaksin Covid-19,” kata Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr Andini Aridewi, Jumat (14/1/2022).

Capaian tersebut, kata Andini, masih bisa bertambah dari hari ke hari. Pasalnya, DKK juga kembali melaksanakan vaksinasi secara mobile di sejumlah sekolah di Kota Kretek hari ini dan besok.

Andini menambahkan, para siswa di SD sudah divaksin semuanya. Kini tim mulai menyasar ke lembaga sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI).

“Kami juga mulai melakukan pendataan pada anak-anak Taman Kanak-kanak yang usianya sudah enam tahun, kami targetkan ini bisa selesai di 20 Januari ini,” ujarnya.

Baca juga: Vaksinasi Booster Sudah Bisa Dilakukan di Kudus, Tapi…

Sementara untuk vaksinasi kedua, dimungkinkan akan mulai berlangsung awal bulan depan atau paling cepat pada akhir Januari. “Tentunya kami sesuaikan dengan masa jeda vaksinasinya,” pungkas Andini.

Andini menyampaikan, digencarkannya vaksinasi anak tidak akan mengganggu vaksinasi di kategori lain. Termasuk vaksinasi lansia yang jenis vaksinnya sama yakni Sinovac.

“Tidak akan mengganggu vaksinasi lainnya, stok vaksin masih aman semua, apalagi Sinovac,” kata Andini.

Sampai saat ini, tambah Andini, DKK belum menemukan adanya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) berat pada vaksinasi anak 6-11 tahun di Kota Kretek. Hanya, ada sejumlah kasus kipi ringan yang dilaporkan. Seperti gatal-gatal di seputaran area penyuntikan vaksin.

“Yang paling parah sejauh ini hanya itu, namun ini juga masuk KIPI ringan karena bentol-bentol saja,” lanjutnya.

Agar tidak terjadi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), DKK sendiri tetap melibatkan tenaga medis, dalam hal ini dokter. Termasuk dokter spesialis anak. “Kami libatkan mereka sebagai konsultan sekaligus anggota Pokja KIPI Kabupaten,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...