Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Pemkab Kudus Lakukan Ini Bila Ditemukan Kasus Covid di Sekolah

Pemkab Kudus Lakukan Ini Bila Ditemukan Kasus Covid di Sekolah
Bupati Kudus HM Hartopo saat meninjau pengambilan sampel swab di SD 1 Temulus, Jumat (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus kini menggencarkan tes PCR pada siswa dan guru yang terlibat di Pembelajara Tatap Muka (PTM) di sekolahnya. Tercatat sudah ada ratusan sampel dari sekitar 20an sekolah yang telah diambil sejak Rabu (5/1/2022).

Sejak awal pengambilan sampel, belum ditemukan kasus Covid-19 dari lingkungan sekolah. Sementara, hasil tes PCR yang baru (14/1/2022) dilakukan masih menunggu hasilnya dari pengetesan di Lab Biomolekuler milik Pemkab Kudus.

Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, jika nanti ditemukan hasil positif pada spesimen yang diambil, Pemkab tidak akan serta merta menghentikan kegiatan PTM. Pemkab, melalui Dinas Kesehatan Kabupaten melakukan pelacakan terlebih dahulu pada spesimen yang positif Covid-19.

Baca juga: Ratusan Siswa dan Guru di Kudus Jalani Tes PCR

“Lha nanti kan kelihatan itu ketika di-tracing ada satu, lainnya kan nanti kena tracking semua yang kontak erat itu. Kalau hanya satu ya sudah itu yang karantina dan keluarganya nanti di tracing,” kata Bupati Kudus HM Hartopo usai meninjau pengambilan sampel PCR di SD 1 Temulus, Jumat (14/1/2022).

Hartopo mengatakan, pengambilan sampel akan terus dilakukan secara bertahap. Pihaknya menargetkan semua sekolah di Kudus dapat dilakukan pemeriksaan tes PCR.

Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui keadaan sesungguhnya, apakah PTM di Kudus aman dari Covid-19 atau tidak. Hartopo tidak ingin ada keamanan atau steril kasus yang fiktif selama PTM.

“Ketersediaan reagen dan segala peralatannya cukup tersedia, jadi tidak masalah,” pungkasnya.

Pelaksana harian Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr Andini Aridewi menyampaikan, pengetesan ini akan membantu Kudus mencapai target tracing hariannya. Di mana jumlah yang ditargetkan adalah sekitar 150 hingga 200 sampel per hari.

“Namun tidak semua dari sekolahan saja ya, karena dari puskesmas juga mengambil sampel dari masyarakat umum,” katanya.

Terkait penggunaan tes PCR sebagai sarana pengetesan siswa dan guru, Andini mengatakan hal tersebut agar tidak dilakukan kerja ganda. Hasil dari PCR juga lebih valid dibanding dengan antigen.

“Kami juga masih memiliki reagen yang cukup untuk melakukan pengetesan, sehingga tidak ada kendala dalam pelaksanaannya,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...