Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

PBSI Kudus Gelar Rapat Pleno, Bahas Lima Turnamen Bulutangkis

PBSI Kudus
PBSI Kudus membahas lima turnamen di Kudus yang akan digelar pada tahun ini. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) Kudus menggelar rapat pleno di gedung serbaguna, GOR Djarum, Jati, Kudus. Pada acara tersebut dibahas mengenai rencana lima turnamen bulutangkis yang akan digelar di Kudus tahun ini.

Rapat pleno tersebut dihadiri oleh pengurus PBSI Kudus periode 2021-2025. Selain itu juga mengundang pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus.

Kelima agenda bulutangkis itu terdiri turnamen Simpang Tujuh Master, Kretek Cup, Bitingan Master, Bupati Cup, dan Muria Cup. Kelima agenda tersebut akan dimulai pada Februari hingga November mendatang.

Agenda turnamen akan dimulai dari turnamen Simpang Tujuh Master pada Februari, Kretek Cup pada Maret, dan Bitingan Master di Agustus. Kemudian ada agenda Bupati Cup di Oktober dan Muria Cup di November.

Penasehat PBSI Kudus, Eddy Prayitno mengapresiasi adanya rapat pleno edisi perdana ini. Menurutnya, rapat ini sebagai inovasi, setelah PBSI Kudus mendapatkan pengurus baru.

“Apalagi ini kan kepengurusannya diisi oleh yang muda-muda,” jelasnya, Jumat (14/1/2022).

Eddy berharap agar kepengurusan yang sudah ada ini dapat lebih baik dari kepengurusan PBSI Kudus yang sebelumnya. Sehingga PBSI Kudus semakin maju dan bisa memberi sumbangsih dalam perbulutangkisan.

BACA JUGA: Mantan Pebulutangkis Putri Indonesia, Terpilih Jadi Ketua Umum PBSI Kudus

“Harapannya kepengurusan bulutangkis yang ada ini bisa lebih baik lagi dari yang sudah ada sebelumnya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum PBSI Kudus, Yuni Kartika mengatakan kegiatan rapat pleno ini sebagai persiapan untuk menggelar agenda bulutangkis di Kudus. Kelima turnamen tersebut digelar dengan format yang berbeda-beda.

“Ini kelima turnamen bulutangkisnya kan formatnya berbeda-beda ya. Ada yang skala kabupaten, ada juga yang se-karesidenan Pati. Memang supaya ada tingkatanya di semua lini,” jelasnya.

Yuni Kartika berharap dengan lima agenda bulutangkis ini, dapat menemukan bibit-bibit bulutangkis muda. Sehingga dapat menjadi suplai untuk pebulutangkis Indonesia.

“Tentunya dengan adanya agenda bulutangkis ini dapat menemukan bibit bulutangkis baru ya. Outputnya untuk Indonesia di masa depan,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Budi erje

Comments
Loading...