Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jelang PTM, 81 Kepala Sekolah Dikukuhkan

Jelang PTM, 81 Kepala Sekolah Dikukuhkan
Pengukuhan kepala sekolah tingkat SD dan SMP Negeri di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (13/1/2022). (MURIANEWS/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Menjelang penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen pada Senin (17/1/2022), sebanyak 81 kepala sekolah dikukuhkan di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (13/1/2022).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Winarto menuturkan kepala sekolah yang dikukuhkan nanti bertugas di SD dan SMP. Mereka dimutasi jabatannya maupun mendapatkan promosi jabatan.

“Kalau SD yang punya sertifikat belum ditempatkan ada 5. Kemudian yang baru ada 40 dan yang mutasi ada 22. Jadi total SD yang promosi dan mutasi ada 67. Kemudian, SMP promosi ada 6 dan mutasi ada 8. Jadi (SMP) ada 14. Keseluruhan 81,” tutur Winarto saat ditemui selepas pengukuhan.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto dalam sambutannya mengatakan proses pengisian kepala sekolah ini lebih sulit dibandingkan pengisian pejabat di oraganisi perangkat daerah (OPD). Hal inilah mengakibtakan, pihaknya baru bisa mengukuhkan saat ini.

Baca juga: Pati Kekurangan Puluhan Kepala Sekolah

“Kecuali pejabat tinggi pratama. (Kepala sekolah) ini lebih panjang. Harus melalui proses panjang. Harus Ada diklat dan sertifikat kepala sekolah. Kalau belum punya sertifikat ndak bisa kita kukuhkan karena ndak (bisa) diberikan tunjangan,” ungkap Haryanto.

Selain itu, pengukuhan dilakukan untuk persiapkan PTM. Haryanto berharap pada para kapala sekolah untuk menyiapkan PTM yang rencananya dilakukan pada Senin pekan depan.

“Kalau bisa (pengukuhan) sebelum PTM, karena PTM-nya tanggal 17 (Januari), segera menyesuaikan tugas. Jangan menunggu-nunggu. Cepat segera rembukan dengan yang lama. Segera persiapkan pendidikan tatap muka,” kata Haryanto.

PTM ini perlu segera disiapkan lantaran tugas para kepala sekolah nanti lebih berat dibandingkan kepala sekolah terdahulu ketika kondisi normal.

“Kalau sekarang harus protokol kesehatan, harus diantar, dijemput, menyiapkan sarana prasarana. Tidak  bisa semuanya. 50 persen pagi 50 persen siang,” tandasnya.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...