Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ada Disabilitas di Pati Jadi Korban Pemerkosaan, PPDI: Pelaku Harus Dihukum Setimpal

Ada Disabilitas di Pati Jadi Korban Pemerkosaan, PPDI: Pelaku Harus Dihukum Setimpal
Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Pati Suratno. (MURIANEWS/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Peristiwa wanita disabilitas di Kabupaten Pati menjadi korban pemerkosaan membuat geram publik Minta Tani. Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Pati berharap pelaku segera dihukum setimpal.

Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Pati Suratno sangat menyayangkan terjadinya peristiwa itu. Apalagi, terduga pelaku merupakan kakek 60 tahun yang juga mantan perangkat desa.

“Harapan saya (pelaku) harus dihukum sesuai perbuatannya. Karena sudah tahu disabilitas malah seperti itu,” kata Suratno, Kamis (13/1/2022).

Baca juga: Bejat! Kakek 60 Tahun di Pati Diduga Perkosa Disabilitas hingga Hamil

Menurut Suratno, keterbatasan yang dimiliki kaum disabilitas seharusnya menjadikan orang sekelilingnya termotivasi untuk melindungi. “Bukan malahh dijadikan kesempatan untuk berbuat tindak kekerasan,” geramnya.

Suratno mengatakan kasus kekerasan disabilitas bukan pertama kali terjadi di Pati. Pada tahun lalu, ada penyandang disabilitas tuna rungu mengalami perundungan. Saat ini kasus itu sudah dalam proses peradilan.

Ia berharap kasus serupa tidak terulang lagi. Maka dari itu, ia meminta dinas-dinas terkait untuk gencar melakukan edukasi kepada masyarakat.

Baca juga: Terduga Pelaku Pemerkosaan Disabilitas di Pati Mantan Perangkat Desa

Selain itu, ia meminta adanya pembekalan khusus kepada kaum disabilitas agar tindakan semacam ini tidak terulang lagi. Menurutnya, selama ini belum ada upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi kasus seperti ini.

“Disabilitas rawan terkena tindakan (kekerasan) itu. Harapan saya instansi terkait sering melakukan sosialisasi kepada teman-teman. Supaya bisa mengantisipasi agar ndak terjadi semacam itu. Sebelumnya kan belum ada (antisipasi),” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang wanita penyandang disabilitas menjadi korban pemerkosaan. Korban bahkan sampai hamil enam bulan.

Pelaku perbuatan bejat itu diduga dilakukan tetangganya sendiri. Saat ini, kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian serta masih dalam penyidikan.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...