Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Semua SMA-SMK di Grobogan Dipersilakan PTM 100 Persen, Ini Syaratnya

Siswa SMAN 1 Toroh saat memasuki sekolah terlebih dahulu dicek suhu badan di gerbang sekolah. (MURIANEWS/Saiful Anwar).

MURIANEWS, Grobogan – Seluruh sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Grobogan dipersilakan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen.

Hanya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya, sekolah-sekolah itu disarankan untuk membagi kegiatan belajar mengajar menjadi dua sesi, yakni, pagi dan siang.

“Yang 50 persen sesi pagi, sesi siangnya 50 persen. Kalau 100 persen dari pagi sampai siang sepertinya belum siap,” tutur Budi Santoso, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Jateng, Rabu (12/1/2022).

Budi memaparkan, bagi siswa yang berangkat di sesi siang wajib mengikuti pelajaran dari rumah secara daring untuk sesi paginya. Begitupun sebaliknya, siswa yang mengikuti PTM pada sesi pagi wajib mengikuti lanjutan pembelajaran secara daring dari rumah untuk sesi siang.

Baca juga: Pemkab Pati Segera Lakukan PTM 100 Persen, Tapi…

“Jadi modelnya masih blended (gabungan, red). Tatap muka dan daring dari rumah,” tambah Budi.

Apabila ada sekolah yang belum siap, maka diperbolehkan menggunakan sistem sesuai dengan kondisi sekolah, siswa dan guru.

Lebih lanjut Budi memaparkan, secara aturan, karena Grobogan sudah PPKM level 2, memang diperbolehkan untuk menggelar PTM 100 persen dengan dua sesi tadi. Untuk sistemnya, lanjutnya diserahkan kepada pihak sekolah.

Untuk diketahui, di Grobogan, ada 58 SMA dan SMK. Sekolah-sekolah itu di bawah kewenangan Cabang Dinas Wilayah IV Jateng.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Toroh Sri Puji Astuti melalui Humas Sekolah Mahatma menerangkan, sekolahnya sudah menerapkan PTM dengan 50 persen siswa di sesi pagi dan sisanya sesi siang. Sesi pagi dimulai pukul 07.00 hingga 10.00, kemudian sesi siang pada pukul 10.30 hingga 13.30.

“Masuknya tiga jam-tiga jam. Jadi setiap siswa setiap hari masuk. Jumlah siswa di sini ada 1.055 siswa,” kata guru Bahasa Jawa itu.

Pihak sekolah mengatur sedemikian rupa agar para siswa tetap mematuhi protokol kesehatan. Selain tentu wajib memakai masker, siswa harus dicek suhu badan ketika memasuki sekolah, tidak boleh berboncengan, hingga mengatur pintu masuk dan keluar agar tidak berkerumun.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...