Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Vaksinasi di Dua Lokasi Ditunda, Ini Penjelasan Dinkes Grobogan

Vaksinasi di Dua Lokasi Ditunda, Ini Penjelasan Dinkes Grobogan
Tangkapan layar pengumuman penundaan vaksinasi di Desa Putatnganten, Kecamatan Karangrayung di Instagram Dinkes Grobogan. (Instagram/Dinkes Grobogan)

MURIANEWS, Grobogan – Agenda vaksinasi di Desa Putatnganten, Kecamatan Karangrayung, Grobogan yang sedianya digelar Selasa (11/1/2022) kemarin sempat ditunda dengan alasan persediaan vaksin kosong.

Itu terungkap dalam unggahan akun Instagram Dinas Kesehatan (Dinkes) Grobogan @dinkes_kab_grobogan. Dalam unggahan itu menyebutkan, pengumuman ditujukan bagi masyarakat Putatnganten yang melakukan vaksinasi dosis pertama Astrazeneca pada 16 November 2021. Di bagian atas disebutkan Puskesmas Karangrayung 1.

Tidak hanya Puskesmas Karangrayung 1, Puskesmas Karangrayung 2 juga menunda vaksinasi di wilayahnya. Yakni vaksinasi jenis Astrazeneca dosis kedua. Dalam flyer itu disebutkan pihak Puskesmas memohon maaf dan akan mengumumkan kembali bila vaksin telah tersedia.

Baca juga: KPSG Sukun Buka Layanan Vaksinasi, 200 Dosis AstraZeneca Disiapkan

Terkait penundaan vaksinasi tersebut, Kepala Dinkes Grobogan Slamet Widodo menyebut, hal itu karena kondisi di lapangan yang dinamis. Dia memastikan stok vaksin saat ini aman hingga dua pekan ke depan.

“Kadang kan ada yang ingin segera divaksin. Misal ini di sekolah sini sudah kok yang di dekatnya ini belum. Kondisi di lapangan kan dinamis. Stok vaksin aman sampai kira-kira dua minggu ke depan,” kata Slamet.

Apa yang disampaikan Slamet memang mungkin terjadi. Sebab, masih berdasar pengumuman di akun Instagram resmi Dinkes Grobogan, vaksinasi di lokasi lain tetap dilaksanakan.

Antara lain, yakni di Puskesmas Gabus 1 pada Selasa (11/1/2022). Ada tiga jenis vaksin yang dilayani, yakni Sinovac (dosis 1 dan 2), Astrazeneca (dosis 2), serta Pfizer (dosis 1 dan 2).

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...