Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

51 Napi Kedungpane Bebas Berkat Program Asimilasi di Rumah

Para napi LP Kedungpane Semarang sujud syukur mengungkapkan kebebasannya setelah mendapat program asimilasi di rumah. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Sebanyak 51 narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang atau akrab disebut LP Kedungpane melakukan sujud syukur, Rabu (12/1/2022). Hal itu dilakukan setelah mereka mendapat asimilasi potongan masa pidana untuk menjalani hukuman di rumah masing-masing.

Kepala Lapas Semarang, Supriyanto mengatakan, proses pembebasan 51 narapidana itu sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 43 Tahun 2021 tentang Syarat Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat Bagi Narapidana dan Anak untuk Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Baca: Jaga Imunitas, Petugas dan Warga Binaan LP Kedungpane Senam Bersama

Menurutnya, ke-51 narapidana sudah memenuhi persyaratan administratif dan substantif sehingga mereka berhak mendapatkan potongan masa pidana untuk menjalani hukuman di rumah masing-masing.

“Asimilasi dilaksanakan agar tidak ada penularan Coronavirus disease di dalam lapas. Mengingat, lapas menjadi lokasi yang rentan kemungkinan adanya penularan virus tersebut,” ujarnya.

Selain itu, para narapidana yang mendapatkan asimilasi ini juga dilihat dari perhitungan 2/3 masa pidananya yang akan jatuh sebelum 30 Juni 2022.

Baca: Tertangkap CCTV, Pelaku Penyelundupan Sabu ke LP Kedungpane Diburu Polisi

“Syaratnya utamanya yang bukan residivis, tidak dipidana lebih dari satu perkara, bukan kasus narkoba di atas lima tahun, korupsi, terorisme, pembunuhan, perampokan, kesusilaan, kejahatan terhadap keamanan negara, serta kejahatan hak asasi manusia,” jelasnya.

“Selama asimilasi dirumah, mereka tidak boleh keluyuran sesuai dengan surat pernyataan yang telah ditandatangani di atas materai,” tegasnya.

Salah satu napi, Wandi mengaku bersyukur bisa ikut program asimilasi dirumah. Hari itu juga dia langsung pulang ke rumah bertemu keluarga.

Baca: Sering Lihat Teman Satu Sel Mengaji, Napi LP Kedungpane Asal Nigeria Jadi Mualaf

”Ungkapan syukur dan berterima kasih kami sampaikan karena bisa ikut asimilasi dan bisa berkumpul kembali dengan anak istri ,” kata Wandi.

Meski harus melewati mekanisme yang begitu ketat, Wandi akan menjalankan kewajibannya selama menjalani asimilasi.

”Saya akan terus menjalankan kewajiban wajib lapor sampai saya dinyatakan bebas murni,” tutupnya.

Napi yang menjalankan asimilasi dirumah ini akan tetap dipantau oleh petugas Balai Pemasyarakatan. Sebelum pelaksanaan bebas, dilakukan serah terima pemberian asimilasi kepada Bapas untuk selanjutnya dilakukan pengawasan dan pembimbingan lanjutan.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...