Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Diyakini Bisa Hidup Lagi, Jasad Bocah di Pemalang Disimpan di Kamar Selama 2,5 Bulan

Jasad bocah perempuan di Pemalang yang diawetkan akhirnya dikuburkan, Minggu (9/1/2022) (Polsek Moga)

MURIANEWS, Pemalang – Warga Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang dibuat geger dengan penemuan jasad seorang bocah yang diawetkan pihak keluarga meski sudah meninggal sejak 2,5 bulan.

Alasannya, pihak keluarga yang diduga menganut kepercayaan tersebut meyakini, anaknya tersebut bisa hidup kembali. Selama ini, jenazah bocah berusia 14 tahun berinisial SAR tersebut disimpan dalam kamar.

Baca: Keluarga di Pemalang Ini Ternyata Sudah 2 Kali Simpan Jasad di Rumah

Negosiasi dengan pihak keluarga untuk menguburkan jenazah SAR pun sempat alot. Muspika dan salah seorang tokoh agama yang terlibat negosiasi, Ustaz Zaenuri, mengaku menerangkan kepada keluarga tentang aturan agama Islam tentang penguburan jenazah.

Akhirnya setelah menemukan kesepakatan, jasad SAR dikebumikan pada Minggu (9/1/2022) malam. Jenazah gadis SMP itu akhirnya dimakamkan di permakaman di samping rumah korban.

Camat Moga, Umroni seperti dilansir Detik.com, membenarkan kejadian tersebut. Dalam peristiwa itu, kedua orang tua SAR meyakini anaknya masih bisa hidup kembali.

“Orang tuanya masih meyakini anaknya masih hidup dan bisa hidup kembali,” katanya, Selasa (11/1/2022).

Selama ini, lanjutnya, jasad anak malang ini diletakkan dalam sebuah kamar di rumah yang memang berada jauh dari tetangga. Apalagi, rumah keluarga korban terpencil di pegunungan.

“Jenazahnya disimpan di kamar rumah. Ya kondisinya sudah seperti itu. Itu pun pihak keluarga masih meyakini masih hidup,” ungkapnya.

Umroni menyebut penyebab kematian anak malang ini, dari hasil pemeriksaan medis di Puskesmas, diakibatkan karena TB (Tuberkulosis) Paru, yang sudah tercatat sejak enam bulan lalu.

“Dari hasil riwayat sakitnya, menurut pihak medis puskesmas mencatat yang bersangkutan sakit TB Paru sejak enam bulan lalu. Sedangkan hasil pemeriksaan kondisi mayat, diduga sudah meninggal sejak dua setengah bulan lalu,” kata Umroni.

“Dari catatan medis ya seharusnya yang bersangkutan melakukan pemeriksaan bulanan, namun sudah dua setengah bulan tidak dilakukannya,” katanya.

Kapolsek Moga, AKP Dibyo Suryanto juga membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, Minggu (9/11/2022) itu pihaknya menerima laporan Kepala Desa Plakaran tentang adanya penyimpanan jenazah oleh pihak keluarga di dalam rumah.

“Karena tidak ada yang berani ke rumah tersebut, kami Muspika ke rumah didampingi RT dan tokoh agama setempat untuk memastikan adanya peristiwa tersebut,” katanya.

Dibyo menyebut Muspika bersama aparat setempat serta petugas puskesmas langsung mendatangi rumah yang dimaksud. Pihaknya pun membenarkan pelajar SMP itu sudah meninggal beberapa bulan lalu.

“Kita langsung melakukan pengecekan melibatkan tim medis juga, dan memang benar ada warga yang meninggal yang masih disimpan di salah satu kamar rumah. Informasi dari medis memastikan korban telah meninggal dunia sejak beberapa bulan lalu,” ucapnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...