Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kasus DBD Tinggi, Masyarakat Jepara Diminta Waspada

Kasusnya Tinggi, Masyarakat Jepara Diimbau Waspada DBD
Seorang petugas melakukan fogging untuk membasmi nyamuk yang menyebabkan DBD di Kecamatan Welahan baru-baru ini. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Jepara – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jepara, sejak awal 2022 ini mulai meningkat. Untuk itu, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara mengimbau kepada masyarakat Jepara supaya lebih waspada.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara, dokter Eko Cahyo Puspeno, menegaskan bahwa pencegahan DBD menjadi tugas bersama.

“Kalau pemerintah jalan sendiri tentu tidak bisa. Makanya mesti jalan bareng dan kompak mencegah DBD ini,” tutur Eko, Rabu (12/1/2022).

Menurut Eko, pada cuaca yang tidak menentu ini, perkembangan nyamuk justru lebih tinggi. Bahkan, nyamuk yang hidup di situasi saat seperti ini, dinilai lebih ganas dalam menularkan penyakit.

Eko mengungkapkan, masyarakat umumnya luput dengan jam-jam di mana nyamuk-nyamuk ganas itu beraktivitas. Dibanding dengan malam hari, nyamuk-nyamuk lebih banyak beraktivitas pada pagi sampai sore hari, yakni pada pukul 08.30 WIB sampai pukul 16.30 WIB.

Baca juga: Data DBD Dinkes Jepara dan Rumah Sakit Beda, Kok Bisa?

“Tapi, masyarakat tahunya kan, malam hari. Padahal paling banyak itu pagi sampai sore hari. Makannya, khusus anak-anak sekolah ini penting sekali dijaga selama jam sekolah. Atau karyawan-karyawan yang bekerja itu bisa sering lalai,” ujar Eko.

Eko menyebut, trend penyebaran kasus DBD ini diperkirakan masih berlangsung sampai Maret 2022 mendatang. Oleh karena itu, masyarakat diminta lebih menjaga kebersihan lingkungan.

Pihaknya menjelaskan, ada banyak tempat-tempat yang kerap dihuni nyamuk DBD. Tempat-tempat itu sering luput oleh masyarakat, yakni, pot-pot bunga, botol-botol bekas dan lainnya.

“Padahal tempat-tempat itu menjadi habitat murni nyamuk. Itu juga harus diperhatikan. Kalau ada yang terjangkit, segera laporkan ke fasilitas kesehatan terdekat. Supaya langsung bisa ditangani dan lingkungannya dilakukan fogging,” pungkas Eko.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...