Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Luhut Prediksi Puncak Omicron di Indonesia Terjadi Awal Februari

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. (YouTube Sekretariat Presiden)

MURIANEWS, Jakarta- Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memprediksi bahwa puncakkasus covid-19 varian baru omicron di Indonesia terjadi pada awal Februari. Terhitung sejak hari ini, Rabu (12/1/2022) hingga 40 hari kedepan.

Namun, gejala yang akan dialami adalah kejala ringan, sehingga masyarakat tidak perlu panik. Tetapi masyarakat harus tetap waspada.

“Dari hasil pengamatan terhadap pengalaman negara lain, puncak varian omicron mencapai puncaknya dalam kisaran waktu 40 hari, lebih cepat dari variant Delta. Untuk kasus Indonesia, kita perkirakan puncak gelombang karena omicron akan terjadi pada awal Februari. Sebagian besar kasus yang terjadi diperkirakan akan bergejala ringan, sehingga nanti strateginya juga akan berbeda dengan varian Delta,” ucapnya seperti dilansir dari detik.com, Rabu (12/1/2022)

Baca: Ini Empat Negara yang Paling Banyak Menyumbang Omicron di Indonesia

Dia menambahkan, saat ini kasus corona varian omicron telah teridentifikasi di 150 negara. Tidak menutup kemungkinan varian omicron akan menimbulkan gelombang baru termasuk di Indonesia.

“Saat ini, omicron telah teridentifikasi di 150 negara dan menimbulkan gelombang baru dengan puncak yang lebih tinggi di berbagai negara dunia. Indonesia bukan tidak mungkin dapat mengalami hal yang sama. Namun kita tidak perlu panik, tetapi kita tetap waspada,” imbuhnya.

Baca: Ngeri! Satu Keluarga di Bandung Ini Terpapar Omicron Usai Pulang dari Afrika

Luhut memaparkan per kemarin ada tambahan 802 kasus COVID-19, di mana jumlah setengahnya disumbangkan oleh pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Dia mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian ke luar negeri selama dua hingga tiga pekan ke depan.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...