Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Jebakan Tikus Sering Memakan Korban, Petani Grobogan Disarankan Pakai Ini

Jebakan Tikus Sering Memakan Korban, Petani Grobogan Disarankan Pakai Ini
Salam satu rumah burung hantu di persawahan Desa Pilangpayung, Kecamatan Toroh. (Murianews/Saiful Anwar).

MURIANEWS, Grobogan – Peristiwa orang meninggal karena jebakan tikus yang dialiri listrik di Grobogan menjadi perhatian. Sedikitnya tiga orang meninggal karena jebakan tikus beraliran listrik pada 2020 lalu.
Sementara di 2021 tidak ada kasus tersebut. Capaian di setahun terakhir itu diharapkan bisa terus dipertahankan.

Plt. Kepala Dinas Pertanian Grobogan Sunanto, Rabu (12/1/2021) mengatakan, selama 2021 pihaknya memang menggencarkan sosialisasi pada masyarakat agar tidak menggunakan jebakan tikus dengan aliran listrik itu. Sebab, sudah terbukti justru membawa bahaya bagi masyarakat hingga jatuhnya korban.

Dinas Pertanian pun melarang penggunaan jebakan tikus dengan aliran listrik itu. Sebagai solusi penggantinya, ia menyarankan para petani untuk mendirikan rumah burung hantu (rubuha).

Dengan sosialisasi yang cukup masif itu ternyata cukup efektif untuk menekan kejadian. Kini, beberapa desa telah menganggarkan pembuatan rubuha menggunakan anggaran dana desa.

Baca juga: Jebakan Tikus Kembali Makan Korban, Polda Jateng Kembali Ingatkan Ini

“Biayanya kira-kira Rp 1,5 juta. Itu bisa dilakukan oleh pemdes dengan DD. Anggaran desa sekarang 20 persen untuk pertanian. Tapi kalau terkena realokasi penanganan Covid-19, mungkin bisa tahun berikutnya,” tambah Sunanto.

Tercatat, hingga Juli 2021, ada 103 desa dari 273 desa se Kabupaten Grobogan sudah memiliki rubuha. Sebanyak 103 desa itu tersebar di 15 kecamatan.

Total jumlah rubuha yakni 944 unit terdiri dari 233 unit bersumber dari dana APBD, 160 unit dari Dana Desa, dan 551 unit sisanya dari swadaya petani.

Selain itu, sudah ada lima peraturan desa (perdes) yang dibuat berkaitan dengan pelestarian dan pemanfaatan burung hantu.

Dinas Pertanian juga mendorong dibentuknya peraturan daerah tentang perlindungan dan pemanfaatan burung hantu dan predator lainnya untuk pengendalian tikus.

“Sudah ada naskah akademiknya sebagai rancangan raperda,” tukasnya.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...