Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Pria Kudus Dilarang Nikahi Gadis Jepara? Ini Kata Sejarawan

Pria Kudus Dilarang Nikahi Gadis Jepara, Mitos Apa Fakta? Ini Kata Sejarawan
Ilustrasi: Masjid Menara Kudus tepat dimakamkannya Ja’far Sodiq atau Sunan Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Larangan pria Kudus menikahi gadis Jepara masih dipercaya bagi sebagian warga, baik di Kabupaten Kudus maupun di Jepara. Apakah itu sekadar mitos atau fakta yang memang ada garis sejarah sebelumnya?

Sejarawan Kudus, Sancaka Dwi Supani mengatakan, pantangan itu sudah ada sejak zaman dulu. Ia menceritakan, pantangan itu rekat hubungannya dengan kisah Ratu Kalinyamat dan Sunan Kudus.

Di mana, terdapat sebuah kisah saat perebutan tahta Kerajaan Demak, Ja’far Shodiq atau Sunan Kudus memihak pada Arya Penangsang. Di perebutan tahta Demak itu, Arya Penangsang membunuh Sultan Hadlirin.

“Karena suaminya terbunuh, Ratu Kalinyamat marah dan bersumpah jika turunannya yang berasal dari Jepara, jangan sampai menikah dengan orang Kudus. Ya semacam bentuk sakit hati,” ungkapnya.

Baca juga: Sunda Dilarang Nikahi Jawa? Ridwan Kamil: Itu Mitos

Menurut Sancaka hal tersebut memang masih dipercaya. Tetapi ada juga yang melanggar pantangan atau mitos itu.

“Kembali ke kepercayaan masing-masing. Bagi saya yang penting saling menghormati ketika ada yang percaya maupun ada yang tidak percaya,” terangnya.

Di era saat ini, menurut Sancaka, lebih bagus jika mengikuti Bhinneka Tunggal Ika, yakni, walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

“Bahkan Sunan Kudus kan mengajarkan untuk saling menghormati. Jadi ketika ada yang percaya ya silahkan, ketika tidak ada yang percaya ya silahkan. Yang penting saling menghormati,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang warga asal Kudus, Erlambang menceritakan pengalamannya menikahi perempuan asal Jepara. Erlambang menikah pada 8 Agustus 2021 silam.

Saat ditanya MURIANEWS, Erlambang mengaku sudah mengetahui tentang mitos laki-laki asal Kudus yang dilarang menikah dengan perempuan asal Jepara. Dia mengaku menghormati jika ada kepercayaan tersebut.

“Kalau saya tetap menghormati. Tetapi garis takdir kan sudah ada yang menentukan. Kalau saya tetap menghormati. Tetapi di dalam Islam kan jodoh sudah digariskan,” katanya, Selasa (11/1/2022).

Dia melanjutkan, garis takdir sudah ada yang menentukan. Oleh karena itu dia tidak bermaksud untuk menentang.

“Saya menjunjung tinggi niat baik untuk menikah semata-mata karena ibadah,” sambungnya.

Erlambang menambahkan jika garis ibu istrinya juga merupakan orang Kudus. Sedangkan ayah istrinya berasal dari Jepara.

“Jadi kalau soal mitos tersebut kembali ke kepercayaan masing-masing. Yang penting saling menghormati,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...