Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Soal Kurikulum Prototype, Ini Tanggapan Sekolah di Grobogan

Soal Kurikulum Prototype, Ini Tanggapan Sekolah di Grobogan
Siswa SMAN 1 Toroh saat memasuki sekolah terlebih dahulu dicek suhu badan di gerbang sekolah. (MURIANEWS/Saiful Anwar).

MURIANEWS, Grobogan – Pemerintah Pusat telah mengenalkan Kurikulum Prototype 2022 telah dikenalkan sebagai pedoman kegiatan belajar mengajar yang baru. Beberapa sekolah di Grobogan mengaku siap untuk menerapkannya.

Kepala SMAN 1 Toroh Sri Puji Astuti melalui Humas Sekolah, Mahatma mengungkapkan, saat ini ada beberapa sekolah yang sudah diujicobakan untuk menerapkan kurikulum tersebut. Namun, SMAN 1 Toroh belum termasuk sekolah tersebut.

“Tapi ada beberapa guru (SMAN 1 Toroh) yang ikut menjadi guru penggerak di sekolah yang ditunjuk,” tuturnya, Selasa (11/1/2022).

Mengenai konsepnya, Mahatma menambahkan, pihak sekolah sudah mempelajarinya. Secara pribadi, dirinya setuju dengan konsep Kurikulum Prototype. Sebab, kurikulum tersebut dinilai lebih sederhana dan fleksibel.

Baca juga: Kurikulum Prototype 2022 Bakal Dicoba di 30 Sekolah Kudus

“Sekolah juga lebih leluasa mengelola sumberdayanya dan mengembangkan potensinya. Kalau secara gagasan, kami setuju saja dengan Kurikulum Prototype itu,” tambahnya.

Pihaknya mencatat, ada beberapa hal yang menarik di kurikulum baru itu. Selain memberi keleluasaan pihak sekolah dan guru dalam pembelajaran, para siswa juga mendapat kebebasan untuk memilih materi yang ingin dipelajari.

“Jadi di sini orientasinya memang lebih kepada melihat karakter tiap sekolah, guru, siswa itu unik. Karena keunikannya itu, harus diberi ruang yang lebih leluasa bagaimana mengelola dirinya,” terangnya.

Menurutnya, semangat Kurikulum Prototype juga sesuai dengan apa yang dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yakni pembelajaran merdeka. Yang mana, kemampuan mengelola diri sendiri yang memerdekakan sekolah, guru, dan siswa.

“Karena mendewasakan entitas itu untuk lebih siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.

Terpisah, Waka Kurikulum SMAN 1 Godong Suryati menyebut, pihaknya masih menunggu sosialisasi dari pihak berwenang. Menurutnya, bila akan diterapkan dalam waktu dekat, sudah seharusnya ada sosialisasi terlebih dahulu.

“Kalau tahun depan diberlakukan, harusnya sudah ada sosialisasi atau pengarahan. Sampai hari ini belum dapat aturan yang baru. Kalau ada aturan baru, kan harus mempelajari juga,” tuturnya.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...