Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Viral Video Penangkapan Ikan Lumba-Lumba Nelayan Pacitan, KKP Angkat Bicara

Ikan Lumba Lumba nampak mati di atas kapal (tangkapan layar)

MURIANEWS, Jakarta- Belum lama ini viral video penangkapan ikan lumba-lumba oleh nelayan Pacitan, Jawa Timur (Jatim). Bahkan dalam video itu sebanyak tujuh lumba-lumba sudah dalam keadaan mati.

Mengenai hal itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tidak bisa tinggal diam. Apalagi, lumba-lumba adalah salah satu hewan laut yang dilindungi.

Plt Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) pada KKP Pamuji Lestari menegaskan, lumba-lumba merupakan biota laut yang dilindungi penuh oleh negara. Hal itu tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

“Lumba-lumba sudah menjadi salah satu mamalia laut yang dilindungi dalam dokumen Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Mamalia Laut periode 2018 – 2022, sehingga segala bentuk eksploitasi terhadap mamalia laut yang dilindungi sangat dilarang,” tegasnya seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (11/1/2022).

karena peristiwa tersebut sudah ramai, pihaknya pun memerintahkan tim untuk memberikan sosialisais kepada para nelayan. Sebab, mungkin juga nelayan tidak mengetahui bahwa lumba-lumba adalah hewan yang dilindungi.

Baca: Viral Video Ikan Lumba-Lumba Ditangkap Nelayan Pacitan

“Saya telah memerintahkan tim untuk menuntaskan kejadian ini dan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar kejadian ini tidak terulang lagi,” lanjut Tari.

Salah satu strategi dalam menjaga keberlanjutan ekosistem dan jenis ikan tersebut adalah dengan mengurangi angka kematian lumba-lumba. Sehingga, semua nelayan juga wajib untuk melakukan penjagaan ikan itu.

“Informasi awal dari pemilik kapal, lumba-lumba tersebut tersangkut pada jaring bersama ikan tangkapan lainnya sehingga biota yang dilindungi oleh negara tersebut diangkat terlebih dahulu ke geladak kapal agar ikan-ikan yang menjadi target tangkapan nelayan bisa diangkat dan disimpan dalam storage kapal,” tutupnya.

 

Penulis; Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...