Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Wahyu Teguh Memulai di Persijap, Lalu Sukses Bareng Bepe di Persija

Wahyu Teguh
Wahyu Teguh saat bersama di tim Persija Jakarta. (instagram/wahyu-teguh-wibawa11)

MURIANEWS, Grobogan- Wahyu Teguh memiliki karir sebagai pemain sepak bola professional fenomenal. Memulai di Persijap Jepara, selanjutnya ia merengkuh sukses bareng Bepe di Persija Jakarta.

Pemain asli Grobogan ini mulai mengenal si kulit bundar usai lulus SD di Jambon, Purwodadi, pada sekitar 1989. Pemain ini kemudian memilih meneruskan sekolah di SMP Wirosari, yang dikenal sebagai kiblat sepakbola di Grobogan.

Pada saat itu, bahkan tim Persipur Purwodadi-pun menggelar pemusatan latihan di Wirosari. Tak mengherankan, jika akhirnya Wahyu Teguh kecil memilih untuk bersekolah di Wirosari dengan harapan masih bisa mengembangkan kemampuannya bermain sepakbola.

Di Wirosari, dirinya bergabung di SSB Remedial. Bersama SSB ini, berbagai kejuaraan sepakbola diikutinya. Seperti even piala Haornas (Hari Olahraga Nasional), serta Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda).

Karena prestasinya yang dinilai bagus, selepas lulus SMP, Wahyu Teguh akhirnya bisa masuk ke PPLP Jateng, yang dipusatkan di kompleks GOR Jatidiri Semarang. Sedangkan sekolahnya, ia meneruskan ke SMA 1 Salatiga, yang memang berisi atlet-atlet berbakat.

Belum sampai lulus SMA pemain ini bahkan sudah mendapatkan tawaran bergabung dengan klub, Persijap Jepara. Namun, bersama Persijap Jepara, Wahyu hanya bertahan semusim saja. Saat itu dirinya mengaku tidak bisa beradaptasi dengan cuaca Jepara yang panas.

BACA JUGA: Wahyu Teguh Eks Pemain Top Persija, Kini Bisnis Motor Trail Mini di Purwodadi

“Di Salatiga kan dingin. Di Jepara kan panas. Itu kurang nyaman. Ya itu pertimbangan saya untuk tidak bertahan di Jepara,” katanya menjelaskan.

Setelahnya, Wahyu sempat hampir menjadi anggota TNI, saat ditawari oleh salah satu saudaranya. Sempat mengiyakan tawaran itu, akhirnya Wahyu tetap bertahan di sepakbola. Petualangannya berlanjut di Perguruan Tinggi, saat dirinya memperkuat Unsa Asmi Solo. Dari sana dirinya kemudian mulai bergabung dengan klub besar, Arseto Solo.

Dari Arseto, Wahyu Teguh juga sempat hampir bergabung dengan PSIS Semarang, sekitar tahun 1999. Namun, disaat sudah hampir deal, ada tawaran masuk dari Persija Jakarta. Tawaran dari Klub Persija Jakarta inilah yang akhirnya diterimannya.

“Waktu itu sudah ada kesepakatan secara lisan dengan PSIS Semarang, tapi belum ada DP atau tanda tangan kontrak. Akhirnya dirayu pihak Persija, bisa langsung masuk tanpa seleksi katanya. Ya sudah saya pilih,” terangnya.

Keputusannya bergabung dengan Persija Jakarta, nampaknta memang sangat tepat. Di Persija Jakarta, dirinya bahkab sempat bermain selama dua musim, mulai 1999-2000. Namanya membumbung di kancah sepak bola nasional.

Di Persija Jakarta, Wahyu berposisi sebagai gelandang dan sempat bermain satu tim bersama Bambang Pamungkas atau Bepe, Anang Ma’ruf dan Widodo C Putro. Bersama Persija dirinta meraih sukses besar, dengan membawa Persijap menjadi Juara.

Selama menjadi pesepakbola profesional sejak 1990-an hingga 2010-an, Wahyu tercatat pernah membela sejumlah klub. Diawali bersama Persijap Jepara, lalu ke Persija Jakarta, PSS Sleman, Persikab Kabupaten Bandung, Persibo Bojonegoro, Persiku Kudus, dan tentu Persipur Purwodadi.

Wahyu Teguh memutuskan kembali ke Grobogan sekitar tahun 2009. Dia pun tercatat aktif sebagai pemain merangkap tim pelatih sejak tahun itu hingga 2018 lalu. Pada 2017, Persipur terdegradasi ke Liga 3 setelah sebelumnya lama di kasta kedua sepakbola nasional.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Budi erje

 

Comments
Loading...