Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kenali Jenis dan Cara Kerja Transmisi pada Sepeda Motor

Kenali Jenis dan Cara Kerja Transmisi pada Sepeda Motor
Ilustrasi transmisi (astramotor.co.id)

MURIANEWS, Kudus – Salah satu komponen penting pada sepeda motor adalah transmisi. Transmisi memiliki tujuan untuk mengubah kecepatan dan tenaga putar dari mesin yang tertuju pada roda belakang, yang nantinya bisa digunakan untuk menggerakkan kendaraan.

Pada sepeda motor umumnya terbagi atas dua jenis transmisi, otomatis dan manual. Untuk transmisi manual biasanya terbagi lagi menjadi semi otomatis (tanpa kopling) dan kopling.

Transmisi atau gigi transmisi berfungsi untuk mengatur momen atau tenaga mesin sesuai dengan kondisi jalan yang dilalui mesin sepeda motor, momen atau tenaga mesin tersebut selanjutnya diatur dan dibagi tingkat kecepatannya.

Baca juga : Sama-sama Transmisi Otomatis, ini Kekurangan dan Kelebihan AT dan CVT

Transmisi manual berfungsi untuk meneruskan tenaga dari poros engkol serta mengatur tenaga mesin sesuai tingkat kecepatan. Mengutip dari kompas.com, Kepala Bengkel Honda Bintang Motor Cinere Ribut Wahyudi menyebut perbedaan semi otomatis dan kopling terdapat pada cara kerjanya atau sistem perpindahan gigi.

“Kalau kopling manual, prosesnya daya dari poros engkol diteruskan ke kopling primer (tanpa kampas ganda), kemudian ke kopling sekunder dengan penghubung handel kopling, yang berfungsi memutus dan meneruskan daya gerak ke main shaft (gear depan),” jelas Ribut.

Sementara semi otomatis, daya yang dihasilkan poros engkol akan diteruskan melalui kopling primer dengan kampas ganda ke kopling sekunder. Terdapat komponen khusus EPBS (External Primary Brake System) yang berguna untuk memperhalus perpindahan gigi dan tidak dilengkapi handle kopling.

Hal ini disebabkan secara otomatis memakai kampas ganda (perputaran searah dengan putaran mesin), lalu diteruskan ke mainshaft atau gear depan. Transmisi dengan kopling dan semi otomatis pada dasarnya sama, hanya saja yang membedakan adalah sistem koplingnya.

Sedangkan transmisi otomatis, sistem kopling menganut kopling ganda serta roller tipe kering. Sistem kerja pada transmisi ini berdasarkan gerak sentrifugal serta menggerakkan roller meneruskan daya poros engkol dengan van belt yang diteruskan kanvas kopling ganda ke poros roda belakang.

Pada sistem transmisi otomatis ini digunakan tekanan minyak transmisi otomatis dan mekanisme gesek untuk mengubah tingkat kecepatan.

 

 

Penulis : Loeby Galih Witantra
Editor : Dani Agus
Sumber: kompas.com

 

Comments
Loading...