Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Sepekan, DBD di Jepara Sudah Renggut Tiga Nyawa

Sepekan, DBD di Jepara Sudah Renggut Tiga Nyawa
Pelaksanaan fogging di Kecamatan Welahan baru-baru ini. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Jepara – Kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Jepara sudah cukup menghawatirkan. Pada pekan pertama 2022 ini, sudah ada tujuh orang yang terjangkit. Tiga di antaranya meninggal dunia.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara, Eko Cahyo Puspeno, menilai kasus DBD di Kota Ukir sedang meningkat atau menuju puncaknya.

“Memang benar, dalam tiga bulan terakhir ada peningkatan kasus cukup signifikan. Dan ini menjadi kewaspadaan bagi kita,” kata Eko, Sabtu (8/1/2022).

Eko mengatakan peningkatan itu salah satunya dipengaruhi oleh iklim yang sedang berlangsung. DBD akan meningkat bila cuaca tidak menentu seperti saat sekarang.

Eko menyebut, pada tahun lalu saja jumlah kasus DBD ada 95 kasus. Beruntung tak satupun di antaranya yang meninggal dunia.

Baca juga: Sekeluarga di Jepara Terjangkit DBD, Satu Anak Meninggal Dunia

Namun, kondisinya berbeda dengan tahun ini. Dari tujuh kasus pada pekan ini saja, yang meninggal dunia akibat terjangkit DBD sudah tiga orang. Semuanya bahkan masih berusia anak-anak. Kasus tersebut ditemukan di Kecamatan Kalinyamatan dan Welahan.

Beberapa bulan lalu, Eko sudah menyampaikan surat edaran kepada seluruh kecamatan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap DBD. Di dalamnya berisi perintah untuk melakukan gerakan pemantauan jentik dan menjaga kebersihan lingkungan.

“Kalau ada kasus, segera dilakukan penyelidikan epidemologi dan lainnya. Juga langsung dilakukan fogging di lingkungan yang sempat ada kasus DBD,” ujar Eko.

Ia menjelaskan kegiatan fogging sudah dilakukan di beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Jepara, Welahan dan Kalinyamatan. Kecamatan lain juga akan melakukan gerakan yang sama. Itu mengingat, pada tahun lalu sebaran DBD hampir merata di semua kecamatan di Kabupaten Jepara.

“Jika melihat trend tahun-tahun sebelumnya, dimungkinkan puncak penyebaran DBD berlangsung selama tiga bulan. Atau paling tidak sampai Maret mendatang,” pungkas Eko.

 

Reporter: Faqih Mansyur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...