Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tubuh yang Terpotong Bisa Disambung Kembali? Ini Syaratnya

Tubuh yang Terpotong Bisa Disambung Kembali? Ini Syaratnya
Dokter Spesialis Ortopedi di RSUD Loekono Hadi, dr Igde Adi W. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Seringkali muncul pertanyaan, bisakah bagian tubuh yang terpotong disambung kembali? Pertanyaan itu muncul setiap ada kecelakaan yang menyebabkan bagian tubuh putus atau terpotong.

Dokter Spesialis Ortopedi di RSUD dr. Loekmono Hadi Kabupaten Kudus, dr Igde Adi W Sp.OT mengatakan ada dua faktor yang harus diperhatikan terkait bisa atau tidaknya organ yang putus disambung kembali. Pertama yakni faktor pasien dan kedua fasilitas kesehatannya.

“Harus dilihat dua faktor. Dari pasiennya dan fasilitas kesehatan. Yang harus diperhatikan lainnya, adalah bagian yang terpotong tadi bukan tergilas mesin potong atau semacam tergilas kendaraan tronton ya,” katanya, Sabtu (8/1/2022).

Dia melanjutkan, kondisi pasien berperan dalam hal ini. Menurutnya, bagian tubuh pasien yang berada di bagian ujung tubuh semakin sulit untuk disambung.

Baca juga: Ngeri! Korban Begal di Kudus Dibacok Hingga Putus Tangan

“Ini lengan bawah ke bawah sini misal sampai jari, itu semakin sulit untuk disambung karena pembuluh darahnya semakin kecil,” terangnya.

Menurutnya, cepat tidaknya bagian organ yang terpotong dibawa ke rumah sakit juga ikut memengaruhi. Selain itu, cara membawanya juga turut memengaruhi bisa tidaknya organ tersebut disambung kembali.

“Misalnya ada organ yang terpotong dan cara membawanya dicincing, maka jaringannya menjadi kurang bagus,” sambungnya.

Dokter Igde Adi W menyampaikan pengemasan organ yang terpotong harus dibawa dengan kondisi yang bersih. Namun, tidak perlu dicuci.

“Organ yang putus tadi misalnya tangan. Tangan itu harus dibungkus plastik. Kemudian ambil es batu yang dimasukkan juga ke plastik yang lain. Lalu keduanya dimasukkan ke plastik lainnya lagi,” terangnya.

Fungsi pemberian es batu itu untuk memberikan suhu dingin. Selain itu untuk memperlambat proses pembusukan jaringan yang terpotong.

“Ada waktunya juga yang harus diperhatikan. Yakni durasinya tiga jam dari kejadian terpotong. Tetapi bisa ditunda kalau pengemasan organnya baik,” ungkapnya.

Kedua, faktor fasilitas kesehatan rumah sakit. Menurutnya, di RSUD Loekmono Hadi belum sepenuhnya bisa melakukan operasi penyambungan. Walaupun, pernah juga melakukan panyabungan organ yang putus.

“Di RSUD juga kadang bisa kalau yang putus di bagian sekitar lengan bawah. Kalau yang putus bagian pergelangan kami belum pernah melakukan penyambungan total. Tetapi kalau penyambungan secara parsial (setengah bagian) pernah,” terangnya.

Ditanya soal fungsi organ yang putus apakah bisa kembali normal atau tidak, dokter Igde Adi W menyebut hal itu bergantung kasus yang terjadi. Akan tetapi fungsinya tidak bisa benar-benar seperti sediakala.

“Memang bergantung pada kasusnya. Tetapi ya rata-rata fungsi organ yang sudah putus tidak bisa kembali nornal seperti sediakala,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...