Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Waspada! Bayi Rentan Terkena DBD, Kenali Gejala dan Pengobatannya  

Waspada! Bayi Rentan Terkena DBD, Kenali Gejala dan Pengobatannya
Nyamuk Aedes Aegypti (pixabay.com)

MURIANEWS, Kudus – Anak bayi yang masih berumur di bawah satu tahun ternyata juga rentan terkena demam berdarah dengue atau DBD. Penyakit DBD ini disebabkan oleh virus dengue yang dapat menginfeksi manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

DBD merupakan penyakit yang umum terjadi di negara beriklim tropis, seperti Indonesia. Puncak serangan DBD biasanya terjadi pada saat musim penghujan.

Siapa pun bisa terkena penyakit ini, baik orang dewasa maupun anak-anak, termasuk bayi. Untuk itu, orang tua perlu jeli terhadap gejala-gejala awal dan pengobatannya.

Baca juga :Sekeluarga di Jepara Terjangkit DBD, Satu Anak Meninggal Dunia

Berikut ini gejala dan pengobatan DBD, sebagaimana dilansir dari alodokter.com.

Gejala DBD

Seseorang dapat mengalami DBD dalam waktu 4-10 hari setelah tergigit nyamuk yang membawa virus dengue. Saat terkena DBD, Si Kecil dapat menunjukkan beberapa tanda dan gejala, yakni:

  • Demam tinggi selama 2-7 hari. Suhu demam dapat mencapai 39 hingga 41 derajat Celsius.
  • Gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, dan nyeri perut.
  • Nafsu makan berkurang atau tidak mau menyusu sama sekali.
  • Terlihat mengantuk.
  • Lebih rewel dari biasanya.
  • Muncul ruam pada kulit.
  • Mimisan atau gusi berdarah.
  • Terdapat darah di kotoran, urine, atau muntahannya.
  • Sesak napas.

Jika Si Kecil mengalami gejala-gejala di atas, disarankan untuk segera membawanya ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan. 

Pengobatan dan Penanganan DBD

Hingga saat ini belum ada metode pengobatan spesifik untuk mengobati DBD. Penanganan yang diberikan bertujuan untuk mengurangi gejala dan mencegah komplikasi, sambil membantu tubuh untuk melawan virus dengue dan sembuh secara alami.

Penanganan DBD sebaiknya dilakukan di rumah sakit dengan pemantauan dari dokter, hingga kondisi bayi membaik. Bila dokter mengizinkan Si Kecil dirawat di rumah, maka dapat melakukan beberapa hal berikut ini untuk merawat Si Kecil yang sedang sakit DBD. Antara lain :

  • Pastikan Si Kecil tidak kekurangan cairan atau dehidrasi. Jadi, berikan asupan cairan lebih sering dari biasanya. Bayi usia 6 bulan ke bawah hanya diperbolehkan minum ASI atau susu formula. Air putih bisa diberikan ketika usia Si Kecil sudah di atas 6 bulan.
  • Untuk meredakan demamnya, bisa dengan memberikan obat penurun demam yang diresepkan oleh dokter.
  • Pastikan Si Kecil cukup istirahat.

Jangan Biarkan Nyamuk Menggigitnya

Satu-satunya cara efektif untuk mencegah bayi terkena DBD adalah dengan menjauhkannya dari gigitan nyamuk karena tidak ada vaksin yang bisa melindungi bayi dari virus dengue. Vaksin dengue hanya direkomendasikan untuk anak-anak berusia 9-16 tahun.

Apabila kondisi Si Kecil justru memburuk setelah demamnya turun, segera bawa dia kembali ke dokter. Periode kritis pada DBD sering kali terjadi pada saat suhu tubuh turun setelah fase demam. Kondisi ini membutuhkan pemantauan dan perawatan medis dari dokter anak di rumah sakit.

 

Penulis: Chambali
Editor : Dani Agus
Sumber :alodokter.com

 

Comments
Loading...