Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Grobogan Catatkan Penerimaan Pajak Rp 102 Miliar

Grobogan mencatatkan penerimaan pajak 105 persen dari target. Salah satu penyumbang terbanyak yakni pajak penerangan jalan. (MURIANEWAS/Saiful Anwar)
Grobogan mencatatkan penerimaan pajak 105 persen dari target. Salah satu penyumbang terbanyak yakni pajak penerangan jalan. (MURIANEWAS/Saiful Anwar)

MURIANEWS, Grobogan – Kabupaten Grobogan mencatatkan penerimaan pajak sebesar Rp 102 miliar sepanjang 2021 lalu. Angka itu lebih tinggi dari target yang ditetapkan, yakni 105 persen.

Penerimaan pajak paling besar disumbang oleh pajak penerangan jalan yang mencapai Rp 38 miliar. Lalu disusul dengan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBBP2) sebesar Rp 34 miliar.

Sumber lain yang menumbang penerimaan pajak daerah yakni pajak restoran Rp 4,5 miliar dan pajak jasa boga atau katering dan sejenisnya sebesar Rp 3,6 miliar. Kemudian pajak reklame sebesar Rp 1,7 miliar, pajak air tanah Rp 400 juta, pajak mineral bukan logam dan batuan, sebesar Rp 250 juta, serta pajak batu kapur Rp 179 juta.

Selain itu ada pula pajak hiburan Rp 89 juta, pajak kamar kos sebesar Rp 126 juta, serta pajak pacuan kuda, kendaraan bermotor, dan permaian ketangkasan sebesar Rp 83 juta. Kemudian, pajak sarang burung wallet sebesar Rp 86 juta.

Baca juga: Penerimaan Pajak Daerah di Kudus Lampaui Target

Kabid Pajak Daerah Lainnya pada Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPPKAD) Grobogan Rini Rachmawati mengungkapkan, meski secara keseluruhan melampaui, namun ada beberapa pos yang memang tidak sesuai target.

“Seperti pajak hiburan itu kan tidak sesuai target. Karena kan di masa pandemi ini susah mendapatkan izin. Apalagi ini di tahun ini malah naik lagi PPKM-nya, jadi level 2,” kata Rini.

Pada 2022 ini, pihaknya pun tetap menaikkan target penerimaan pajak. Meski berdasarkan target awal disamakan seperti 2021, namun pada momentum APBD Perubahan nantinya target penerimaan akan dinaikkan secara signifikan.

“Kalau bisa targetnya naik 50 persen. Tapi kemungkinan nanti di Perubahan naiknya ditarget 25 persen dari sebelumnya,” tukas Rini.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.