Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Sama-sama Transmisi Otomatis, ini Kekurangan dan Kelebihan AT dan CVT

Sama-sama Transmisi Otomatis, ini Kekurangan dan Kelebihan AT dan CVT
Ilustrasi transmisi otomatis (pixabay.com)

MURIANEWS, Kudus – Saat ingin membeli mobil matik, banyak orang yang masih bingung untuk memilih yang memakai transmisi matik jenis CVT atau AVT. Pasalnya, mereka ini masih minim pengetahuan mengenai transmisi matik.

Fungsi dari transmisi adalah menyalurkan tenaga mesin ke roda agar mobil dapat berakselerasi atau mundur. Umumnya transmisi terbagi menjadi manual dan otomatis. Untuk transmisi otomatis dibedakan menjadi empat tipe, yaitu Automatic Transmission (AT), Continuous Variable Transmission (CVT), Dual Clutch Transmission (DCT), dan Automated Manual Transmission (AMT).

Dari keempat model transmisi otomatis itu, paling sering dibahas adalah AT konvensional dan CVT. Transmisi AT telah ditanamkan di banyak mobil, sedangkan CVT banyak dijumpai pada mobil-mobil keluaran terbaru.

Baca juga :Sopir Salah Injak Pedal, Terios Seruduk Sembilan Motor di Puskesmas Kayen Pati

Melansir dari situs resmi daihatsu.co.id, transmisi AT masih menggunakan torque converter yang lebih unggul pada segi akselerasi dan kecepatan tinggi. Hal ini dikarenakan disetiap gigi pada transmisi AT punya rasionya sendiri.

Dalam segi perawatan, transmisi AT lebih mudah. Suku cadang transmisi ini lebih mudah diperoleh jika ada bagian yang mengalami kerusakan dan tidak perlu mengganti banyak parts.

Namun transmisi AT memiliki kelemahan. Pada perpindahan transmisi, masih terasa getarannya sehingga mobil kurang halus saat melaju. Selanjutnya, saat proses mengurangi kecepatan dengan engine brake harus disesuaikan dengan gigi yang tepat dan konsumsi BBM yang boros karena rotasi per menit (RPM) mesin yang dihasilkan lebih tinggi.

Beralih ke CVT, transmisi ini menawarkan sensasi berkendara yang lebih nyaman. Hal ini dikarenakan transmisi ini telah menggunakan sepasang pulley dengan belt sehingga tidak ada proses pergantian gigi dan menghilangkan gejala hentakan yang kerap dialami pada transmisi AT.

Transmisi CVT juga cenderung lebih irit konsumsi BBM karena RPM mesin sering pada posisi lebih rendah. Selain itu transmisi ini juga mempunyai daya engine brake lebih tinggi berkat karakter CVT yang lebih cepat untuk urusan menurunkan kecepatan.

Tapi transmisi ini memerlukan biaya perawatan lebih tinggi. Karena CVT lebih sering membutuhkan pergantian oli transmisi berkala. Lebih lanjut, perbaikan transmisi CVT lebih repot karena cenderung harus mengganti banyak parts.

Untuk urusan akselerasi, CVT tidak lebih baik dari segi akselerasi dan kecepatan tinggi mengingat transmisi ini tidak memiliki gigi.

 

Penulis : Loeby Galih Witantra
Editor : Dani Agus
Sumber: daihatsu.co.id

 

 

 

Comments
Loading...