Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Viral, Seorang Pria Bawa Samurai di Orkes Dangdut Kudus

Viral, Seorang Pria Bawa Samurai Di Orkes Dangdut Kudus
Kolase tangkap layar video viral pria bawa sasmurai di orkes dangdut di Kudus. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Sebuah video viral beredar di grup WA yang menggambarkan pria membawa samurai dengan ukuran cukup panjangan di keributan orkes dangdut di Kudus.

Dalam video, tampak seorang pria memakai kaos berwarna merah dan memakai topi berada dalam sebuah keributan. Ia membawa sebilah samurai di tangan kanannya.

Kemudian pria tersebut memanjat pagar. Ia tampak seperti mengintai seseorang, namun sejumlah orang menghadang pria tadi dan memeganginya.

Belakangan diketahui, peristiwa tersebut terjadi di Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus pada Rabu (5/1/2022) malam.

Kapolsek Dawe, AKP Hadi Nur Cahyo saat dikonfirmasi membenarkan isi video tersebut. Dia menyebutkan itu merupakan kegiatan orkes dangdut di Desa Ternadi.

Baca juga: Viral, Rombongan Jokowi Beri Jalan ke Ambulans di Grobogan Tuai Pujian

Hadi mengatakan, kegiatan itu merupakan inisiatif pemuda di Desa Ternadi. Namun, kegiatan orkesan itu tidak berizin. Apalagi saat ini masih ada pandemi Covid-19.

“Kemarin malam ada yang orkesan. Terus kami kirimkan Bhabinkamtibmas,” terangnya.

Namun, lanjutnya, saat aparat kepolisian tiba di lokasi, masyarakat mau untuk membubarkan diri.

“Setelah bubar, warga kembali ke rumah masing-masing,” katanya, Kamis (6/1/2022).

Dia melanjutkan, pada Kamis (6/1/2022) pagi pihaknya sudah memanggil beberapa pihak terkait. Mulai dari pria yang membawa samurai sampai penyelenggara kegiatan.

“Saat ini masih proses di reskrim. Setelah kami tanya, orang yang bawa samurai itu katanya dapat samurainya dari warga lain. Nah yang pakai baju merah itu cuma mau mengamankan saja dan mau ngejar warga yang awal pertama kali membawa samurai,” ungkapnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...