Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

175 Kasus DBD Terjadi di Kudus Selama 2021, Tiga di Antaranya Meninggal

175 Kasus DBD Terjadi di Kudus Selama 2021, Tiga di Antaranya Meninggal
Petugas melakukan fogging di Kudus belum lama ini. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mencatat ada sebanyak 175 kasus demam berdarah dengue (DBD) selama 2021. Tiga kasus di antaranya bahkan meninggal dunia.

Temuan kasus pada 2021 sendiri juga meningkat empat kali lipat dibanding temuan kasus pada tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 40 kasus. Namun, jumlah pasiennya lebih banyak di tahun lalu yakni, sebanyak lima orang.

“Di 2021 memang mengalami peningkatan yang signifikan dibanding tahun 2020 lalu, alasannya karena ada sejumlah hal,” kata Subkoordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Nuryanto, Kamis (6/1/2022).

Baca juga: Muncul 11 Kasus DBD, Puskesmas Wergu Wetan Kudus Lakukan Ini

Alasan pertamanya, kata Nur, adalah mobilitas masyarakat di tahun 2021 sudah semakin meningkat. Kondisi yang berbeda terjadi di 2020 ketika banyak masyarakat bekerja di rumah saat pandemi Covid-19, sehingga potensi tergigit nyamuk pembawa virus DBD tersebut pun semakin tinggi.

“Di Kudus juga terjadi hal yang sama. Ada warga daerah pegunungan yang kena DBD. Di wilayahnya di Rahtawu ya, itu tidak ada induk nyamuk, usut punya usut dia tergigitnya di Kota saat berkunjung ke rumah saudaranya,” imbuh dia.

Selain mobilitas, faktor iklim dan cuaca yang tengah terjadi juga jadi faktor utama cepatnya perkembangan nyamuk-nyamuk DBD.

DKK sendiri terus melakukan penyemprotan maupun penyebaran bubuk abate di rumah-rumah. Namun bila tidak diimbangi dengan pola hidup sehat masyarakatnya, tentu efeknya tidak bisa makimal.

“Menjaga kondisi lingkungan agar tetap bersih ini masih diperlukan walaupun penyemprotan dari kami rutin dilakukan,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.