Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kena Jebakan Tikus, Petani Sragen Meninggal di Sawah

Jenazah korban jebakan tikus di Sragen saat diserahkan kepada keluarga. (Solopos.com)

MURIANEWS, Sragen — Hadi Sukarno, petani Dukuh Kayen, Desa Patihan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen ditemukan meninggal dunia di sawah, Rabu (5/1/2022) semalam.

Pria berusia 65 tahun itu ditemukan tak bernyawa setelah menyalakan listrik genset untuk menjebak tikus di sawahnya.

Camat Sidoharjo, Sragen, Agus Tri Pranoto, mengatakan berdasarkan laporan yang diterimanya, peristiwa itu bermula saat korban pergi ke sawah untuk menghidupkan genset setelah Magrib.

Listrik tersebut digunakan untuk menjebakan tikus di sawahnya yang mengamuk sejak beberapa hari terakhit. Nahas, korban diduga termakan jebakan tikus tersebut dan membuatnya kehilangan nyawa.

“Karena tak kunjung pulang, warga setempat suranto mencari korban pada pukul 21.30 WIB ke sawah. Sesampainya di sawah, Suranto mendapati korban sudah tergeletak di sawah sendiri dalam keadaan meninggal dunia,” kata Agus seperti dikutip Solopos.com.

Mendapati hal itu, Suranto lantas memanggil warga lainnya untuk membantu evakuasi. Selain itu, warga juga melapor ke Polsek Sidoharjo.

Tim Polsek yang dipimpin Kapolsek Sidoharjo, Iptu Ari Pujiantoro, bersama Tim Inafis dan tim medis dari Puskesmas Sidoharjo mendatangi lokasi kejadian untuk pemeriksaan jenazah.

“Hasil pemeriksaan, tim gabungan itu menemukan luka bakar di bagian kaki sebelah kanan dekat ibu jari. Luka bakar itu diduga disebabkan karena terkena sengatan listrik dari genset. Tim tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan. Jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya.

Agus menerangkan pemerintah sudah berulang kali mengimbau warga supaya tidak memasang jebakan tikus dengan menggunakan listrik. Jebakan tikus beraliran listrik yang bersumber dari genset itu, kata dia, dipasang korban sendiri di sawahnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...