Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Selain Pertanian, Bendungan Randugunting Juga untuk Ini

Selain Pertanian, Bendungan Randugunting Juga Untuk Ini
Presiden Jokowi dan Rombongan naik perahu naga mengelilingi Bendungan Randugunting Blora. (YouTube/Sekretariat Presiden)

MURIANEWS, BloraBendungan Randugunting Blora telah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rabu (5/1/2022). Dalam Sambutannya, Jokowi berharap keberadaan Bendungan Randugunting bisa meningkatkan produktifitas pertanian dan wisata.

Namun ternyata, tak hanya sekadar untuk meningkatkan di sektor pertanian. Bendungan berkapasitas tamping 14,43 juta meter kubik itu mungkin juga digunakan untuk pembangkin listrik.

Itu diungkapkan Menteri PUPR Basuki Hadimujono. Ia mengatakan Bendungan Randuguting memiliki potensi sebagai sumber Pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan sistem solar panel.

“Bendungan ini memiliki potensi untuk solar energi. Jadi kita akan coba memasang floating solar panel di bendungan.  Saat ini kita punya 231 bendungan, jika ditambah 61 bendungan yang akan selesai 2024, kita akan punya 292 bendungan. Jika semua kita pasang floating solar panel, energi terbarukan akan bisa berkembang (dari bendungan),” kata Menteri Basuki.

Baca juga: Jokowi Resmikan Bendungan Randugunting Blora

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, menerangkan pekerjaan fisik Bendungan Randugunting ini telah rampung lebih cepat 10 bulan dari jadwal kontrak yang seharusnya berakhir pada November 2022.

“Bendungan ini bisa selesai lebih cepat 10 bulan dari kontrak yang jatuh pada tahun 2022. Bendungan ini sudah ada sejak tahun 1990-an direncanakan untuk menambah suplai air bagi daerah kering di Kabupaten Blora dan sekitarnya,” katanya.

Tahap pengerjaan sendiri dimulai pada 2018 dan selesai di awal 2022 tanpa kendala teknis untuk konstruksi dan sosial dalam pembebasan lahan.

“Kita tahu, Blora dan sekitarnya ini termasuk rawan atau langka air. Nantinya bendungan ini bisa memberikan suplai air baku 200 liter/detik dan irigasi 670 hektare, selain juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat wisata,” tutur Menteri Basuki.

Pembangunan Bendungan Randugunting berada di bawah tanggungjawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air, Kementerian PUPR dengan kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya – PT Andesmont Sakti (KSO) dengan biaya APBN 2018-2022 dengan nilai kontrak sebesar Rp 880 miliar.

Selain penyediaan air baku dan irigasi, Bendungan Randugunting dengan luas genangan 187,19 hektare juga akan berfungsi untuk mereduksi banjir sebesar 75% atau sebesar 81 m3/detik dengan pengurangan luas areal terdampak banjir dari 4.604 hektare menjadi 2.285 hektare.

 

Kontributor Blora
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...