Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Nasib Bangunan LI Pati Setelah Dikosongkan

Nasib Bangunan LI Pati Setelah Dikosongkan
Salah satu gang di LI terlihat sepi tanpa penghuni usai penutupan. (MURIANEWS/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Nasib bangunan eks lokalisasi Lorok Indah atau Lorong Indah (LI) akan ratakan dengan tanah. Tercatat, ada 70 bangunan di sana yang akan dirobohkan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati telah melayangkan surat kepada para pemilik bangunan untuk membongkar sendiri. Para pemilik bangunan pun diberi tenggat waktu selama 30 hari ke depan (30/1/2022). Bila lewat dari tenggat waktu, bangunan tersebut akan dibongkar secara paksa.

“Pada 1 Januari lalu, kami menyerahkan surat kepada para pemilik agar mereka membongkar sendiri. Bila dalam 30 hari ke depan tidak diindahkan, Pemkab akan membongkar paksa,” tutur Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Pati, Sugiyono, Selasa (4/1/2021).

Baca juga: Soal Pembongkaran LI, LBH Ansor Pati Minta Bupati Tegas | MURIANEWS

Sebelum melayangkan surat ini, pihaknya telah melayangkan surat peringatan pembongkaran sejak tiga bulan lalu. Lantaran pemilik bangunan belum tak kunjung membongkar, surat terakhir pun dilayangkan.

Nantinya, katanya, pembongkaran akan dilakukan oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati.

“Bangunan berjumlah 70 bangunan. Setelah SP3, Bupati menetapkan keputusan pembongkaran mandiri. Sudah ada pendelegasian kewenangan dari Bupati kepada DPUTR,” ungkapnya.

Pembongkaran paksa ini dilakukan lantaran lahan di eks lokalisasi LI termasuk lahan hijau atau lahan pertanian berkelanjutan. Lahan hijau ini tidak diperkenankan untuk didirikan bangunan.

Selain itu, puluhan bangunan itu juga disebut tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Sehingga tidak menaati aturan yang ada.

Sebelumnya, pada bulan Agustus 2021 lalu, aktivitas protistusi di LI ditutup secara permanen. Hal ini membuat gedung-gedung di sana tidak terpakai hingga kini.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...