Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

71 Peneliti Eijkman Diberhentikan

Gedung Lembaga Eijkmen (Foto:Media Indonesia)

MURIANEWS, Jakarta- Sebanyak 71 peneliti di Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman diberhentikan. Hal itu menyusul adanya peleburan Lembaga tersebut ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kini, lembaga yang berada di lingkungan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta itu berganti nama menjadi Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman.

Meleburnya Eijkman ke BRIN bukan berarti tidak menimbulkan efek. Sebanyak 113 tenaga honorer yang sebelumnya bekerja di LBM Eijkman, kini tidak diperpanjang kontraknya atau diberhentikan.

BACA: Eijkman Melebur dengan BRIN, Bagaimana Nasib Vaksin Merah Putih?

Mereka terdiri dari para peneliti maupun non peneliti yang bekerja di bidang administrasi, teknisi, keamanan dan kebersihan. Khusus untuk tenaga peneliti ada sebanyak 71 orang.

Informasi itu diungkapkan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala PRBM Eijkman Wien Kusharyoto sebagaimana dilansir dari Kompas.com,Senin (3/1/2022)

“113 orang, sekitar 71 adalah tenaga honorer periset,” kata Wien.

Kendari demikian, Wien mengaku masih bisa memperjuangkan nasib 71 para peneliti yang tidak diperpanjang kontraknya tersebut. Hanya saja, adsa beberapa mekanisme perekrutan yang harus dilalui terlebih dahulu.

Hal ini mengingat Eijkman sudah melebur bersama dengan BRIN, sehingga dalam mekanisme perekrutan anggota pun tidak bisa disamakan seperti sebelumnya.

“Menggunakan mekanisme yang ada di BRIN,” singkatnya.

Salah satunya bagi mereka yang tenaga honorer peneliti berpendidikan S1 dan S2, maka disarankan mendaftarkan diri sebagai mahasiswa S2 atau S3 berbasis riset atau by research. Tujuannya agar mereka dapat direkrut sebagai asisten riset di PRBM Eijkman.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor : Cholis Anwar
Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...