Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

3.561 Buruh Rokok Kudus Tak Jadi Terima BLT

3.561 Buruh Rokok Kudus Tak Jadi Terima BLT
Petugas tengah menghitung uang untuk penyaluran BLT untuk buruh rokok di brak Djarum Karangbener, Kamis (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Sebanyak 3.561 buruh rokok di Kudus tak jadi Bantuan Langsung Tunai (BLT) buruh rokok 2021 baik melalui pemkab Kudus maupun Pemprov Jateng. Padahal mereka sudah terdaftar sebagai peneriman bantuan sebesar Rp 600 ribu tersebut.

Penyebabnya, mereka dianggap tidak memenuhi syarat. Ada sejumlah alasan yang membuat mereka tidak memenuhi syarat, yakni telah meninggal dunia, pindah alamat, maupun berhenti bekerja sebagai buruh rokok.

Kepala bagian Perekonomian Sekda Kudus Dwi Agung Hartono merincikan, untuk jumlah pekerja yang tidak memenuhi syarat penerimaan BLT buruh rokok Pemkab Kudus adalah sebanyak 504 pekerja.

Sementara yang telah tersalurkan, adalah sebanyak 37.682 pekerja. Atau sebesar 98,68 persen dari target sebanyak 38.186 pekerja.

Baca juga: BLT Buruh Rokok Cair, Daya Beli Warga Kudus Diklaim Naik

Kemudian untuk jumlah pekerja yang tidak memenuhi syarat sebagai penerima BLT buruh rokok Pemprov Jateng adalah sebanyak 3.057 orang.  Sementara capaian penyaluran BLT dari APBD Provinsi Jateng dari target 25.000 pekerja, realisasinya sebanyak 21.943 pekerja atau 87,77 persen.

“Permasalahannya juga sama, ada yang sudah meninggal, pindah kerja, data dobel juga ada, NIK tak jelas juga lumayan banyak, sehingga tak bisa menerima BLT di tahun ini,” kata Agung, Senin (3/1/2022).

Agung menambahkan, para buruh rokok yang pada pencairan tahap awal ini terlewat, diharapkan tidak usah khawatir. Mereka, akan dimasukkan di pencairan di tahun selanjutnya.

“Nanti tetap akan ada sinkronisasi data lagi, nah bagi yang terlewat akan dimasukkan di pencairan tahun kedua, karena pelaksanaan pertama kan biasanya banyak erornya ya, sehingga akan disempurnakan di tahun kedua,” imbuh Agung.

Tak hanya itu, imbuh dia, nominal pencairannya juga bisa diakumulasikan di tahun depan. Sehingga ketika yang bersangkutan benar terlewat pada tahun ini, maka BLT tahun ini bisa diambil tahun depan.

“Namun harus ada bukti kuat dari perusahaannya kalau dia benar bekerja di sana dan tahun ini terlewat. Sehingga masih bisa melakukan pencairan untuk BLT tahun 2021 di tahun 2022,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...