Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Galian C di Sukolilo Pati Kembali Longsor

Galian C di Sukolilo Pati Kembali Longsor
Lokasi tambang galian C di Pegunungan Kendeng yang longsor pada Senin (3/1/2021). (MURIANEWS/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Tambang galian C di Pegunungan Kendeng kembali longsor. Peristiwa ini terjadi di Desa Baleadi, Kecamatan Sukolilo, pada Senin (3/1/2021) sekitar pukul 05.30 WIB.

Kepala Desa Baleadi, Suhardi mengatakan beberapa hari sebelum kejadian terdapat retakan di lokasi longsor. Hal ini membuat penambang menghentikan aktivitasnya.

“Ada retakan. Dua hari atau tanggal 1 sebelum ada kejadian sudah antisipasi. Jadi alat berat dievakuasi pemilik tambang,” ujar Suhardi.

Baca juga: Sempat Telan Korban, Kembali Beroperasinya Galian C di Klumpit Kudus Disoal

Menurutnya, longsor ini disebabkan oleh aktivitas tambang yang membuat tanah tidak menyatu. Terlebih keadaan tanah di Pegunungan Kendeng tidak ada pohon-pohon besar penopang.

“Tanahnya ada sela2. Kalau tidak ditambang itu ya ndak papa. Karena ada tambang ada pergerakan tanah. Apalagi musim hujan ini. Ada air hujan menambah resiko longsor,” ungkap dia.

Longsor di desa ini merupakan yang kedua dari dua tahun terakhir. Pada akhir 2020 lalu, terjadi longsor yang menewaskan seorang sopir dump truk.

Baca juga: Tebing Bekas Galian C di Grobogan Longsor, Satu Orang Meninggal Tertimbun Batu

Sopir itu merupakan warga Kabupaten Demak yang bernama Moh Nur Kholis (49) tertimpa longsor galian C di Dukuh Dukuh Sono Rt 04/01 Desa Baleadi, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati pada Kamis (24/12/2020) sore.

Selain mengakibatkan korban jiwa, peristiwa ini juga mengakibatkan empat unit dump truk rusak berat, dua unit eksavator mengalami kerusakan serta satu orang korban mengalami luka ringan.

Suhardi pun meminta kepada pemilik tambang untuk lebih hati-hati dalam melakukan aktivitas tambang agar kejadian ini tak terulang lagi.

“Langkah kami beri arahan untuk hati-hati. Kami juga ndak bisa ‘ngaru-ngaru’ karena itu wewenang provinsi,” tandasnya.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...