Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Anggap Saja Timnas Indonesia Tengah ‘Nge-voor Thailand 4-0’

Piala AFF 2021
Bagimu negeri jiwa raga kami….(Facebook.com/pssi/photos)

MURIANEWS, Kudus- Anggap saja Timnas Indonesia ‘nge-voor Thailand’ 4-0, begitulah ‘pilihan’ yang saat ini saya pilih dalam mendukung Timnas Indonesia di Piala AFF di final leg 2 Vs Thailand.

‘Pilihan’ ini kesannya memang terlalu naif, jika melihat bagaimana kualitas Thailand di pentas Piala AFF kali ini. Selain itu, ‘pilihan’ ini juga terkesan sombong dan tidak masuk akal. Bisa jadi ini adalah sebuah klaim yang sebenarnya hanya ‘menghibur diri sendiri’, setelah Timnas Indonesia telah kalah 0-4 sebelum ini.

Sepanjang menjadi penggemar dan pendukung Timnas Indonesia, saya merasa belum muncul kesamaan visi dari seluruh pencinta Timnas Indonesia dalam mendukung Tim Nasional negaranya. Dari satu hasil ke hasil lainnya yang diraih Timnas Indonesia, berbeda-beda sikap dalam memaknainya.

Hal ini lebih mudah ‘terdeteksi’ di era digital saat ini yang menyediakan ‘ruang’ bernama dunia maya. Ketika Timnas Indonesia menang atas Singapura misalnya, ada banyak sikap pemaknaan yang bisa terjejak. Garis besarnya, semua terlihat terperangkap dalam ‘kegembiraan’ berlebihan, yang kadang-kadang lepas dari sikap rendah hati.

Kadang-kadang juga, para pencinta sepakbola Timnas Indonesia bersikap skeptis, penuh ‘kebencian’ terhadap Timnas negaranya sendiri. Hasil buruk membuat sikap tak percaya, merendahkan timnasnya sendiri, berhamburan tak terkendali.

Dalam berbagai kasus, hubungan yang positif (sebut saja demikian), antara Timnas dan pendukungnya, akan memunculkan sebuah ‘energi positif’ bagi keberhasilan sebuah tim. Salah satu contohnya, di Piala Dunia 2018, saat Korsel secara tak terduga mampu menang 2-0 atas Jerman.

Saat itu, Korsel sudah pasti tidak lolos di penyisihan grup, namun Jerman butuh kemenangan. Demi harga diri, Korsel dan para pendukungnya memberikan apa yang mereka bisa dengan tak kenal menyerah.

Para pemain Korsel percaya, para pendukungnya percaya, bahwa masih ada sesuatu yang bisa dikerjakan untuk meraih kehormatan. Semua bagian menyamakan visi dengan ‘caranya’ masing-masing. Memunculkan ‘energi positif’ yang luar biasa, dan membuat mata dunia terbelalak karenannya.

Kini dalam konteks yang sesuai dengan ‘kelas’ Timnas Indonesia, situasi yang dihadapi Timnas Indonesia sepertinya membutuhkan ‘hubungan positif’ antara tim dan pendukungnya itu. Secara spiritual, para pendukung Timnas Indonesia bisa membentuk kesamaan visi untuk pertandingan melawan Timnas Thailand kali ini.

Timnas Indonesia membutuhkan ‘energi positif’ dari kolaborasi antara pendukungnya dan bagian tim yang berada di Stadion Nasional Singapura, Sabtu (1/1/2022) malam ini. Jika dari sisi tehnis sudah tipis peluangnya, maka visi itu harus dialihkan untuk masalah ‘harga diri’. Bagaimanapun Timnas Indonesia harus bisa melakukan pembelaan terhadap ‘harga diri’ itu dengan cara yang elegan dan bermartabat.

Mengagap Timnas Indonesia ‘Nge-voor Thailand 4-0’ sekali lagi adalah sesuatu yang naif dan sekaligus takabur. Mungkin lebih tepat menjadi sikap ‘menghibur diri’. Tapi menjadi lebih baik, ketimbang harus menyebar issu para pemain Thailand terkena kasus doping, misalnya.

Secara matematis, peluang Timnas Indonesia masih ada, karena kesempatan itu tersedia di pertandingan final leg kedua. Meski hitungan matematis itu bisa saja berseberangan dengan sisi tehnis dan logika, kita tidak perlu memperdebatkannya.

Dan malam ini, saya ingin mengajak anda semua sesama pendukung dan pencinta Timnas Indonesia, untuk menikmatinya dengan ‘gegap gempita’ pertandingan final leg 2 Piala AFF 2021. Kita samakan visi kita dalam mendukung, dan kita ‘sampaikan’ kepada mereka yang berada di Stadion Nasional Singapura. Secara spiritual kita semua harus bisa berada disana.

Tidak perlu ada yang berubah dalam sikap kita, ketika menyaksikan Asnawi Mangkualam dkk bertanding. Mari kita bersorak, berteriak dan berdoa semampu kita. Buka layar lebar jika ada, dan mari kita bersama-sama memberikan yang kita bisa. Setidaknya, kita masih bisa merasa, bahwa kita adalah bangsa yang besar bernama Indonesia. Ayooo!!

 

 

Penulis: Budi erje (Penggemar Timnas Indonesia)

Comments
Loading...