Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Terminal Wisata Bakalankrapyak Kudus Ditutup

Terminal Wisata Bakalankrapyak Kudus Ditutup
Terminal wisata Bakalankrapyak Kudus ditutup selama dua hari. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Terminal wisata Bakalankrapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kudus kembali ditutup. Penutupan dilakukan selama dua hari (1-2/1/2022). Dan dibuka kembali pada 3 Januari 2022.

Ditutupnya terminal wisata itu untuk mengantisipasi melonjaknya jumlah wisatawan luar kota saat libur tahun baru.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus juga mengerahkan personel untuk berjaga di sejumlah titik, mulai Simpang Ngembal, Sempalan Jati, Tugu Dawe, hingga Simpang Jetak.

Mereka bertugas memutarbalikkan jika ada rombongan wisatawan menggunakan elf atau bus yang masuk ke Kudus.

Koordinator Terminal Bakalankrapyak Kudus, Rosikan mengatakan, penutupan terminal wisata untuk mengurangi jumlah wisatawan luar kota datang dan mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 saat libur tahun baru.

Baca juga: Terminal Wisata Bakalankrapyak Kudus Kembali Ditutup

Setelah ditutup pada 25-26 Desember 2021, sambung dia, terminal wisata Bakalankrapyak Kudus sempat beroperasi kembali pada 27-31 Desember 2021. Namun setelahnya kembali dilakukan penutupan selama dua hari.

“Tanggal 25-26 Desember tutup dan setelahnya buka. Tapi tanggal 1 ini kembali ditutup sampai tanggal 2 Januari. Tapi meski tutup masih ada petugas yang berjaga diterminal,” katanya, Sabtu (1/1/2021).

Menurutnya, selama ditutup memang masih ada beberapa bus yang masuk ke Kudus, namun sudah ada petugas yang memutarbalikkan. Rencananya, terminal wisata Bakalan Krapyak Kudus akan kembali beroprasi pada 3 Januari 2022

“Kalau ini mulai dari tadi malam tidak ada bus datang. Rencananya buka kembali tanggal 3 Januari 2022 sekitar jam 6 pagi,” ucapnya.

Penutupan terminal wisata itu juga mengakibatkan sejumlah pedagang yang ada di terminal tersebut memilih menutup lapaknya sementara waktu.

“Memang yang punya lapak tidak berjualan, banyak yang tutup. Karena tidak ada pembali, disini ada 122 kios pedagang. Ojek dan becak juga tidak bisa narik, kalau ojek ada sekitar 240 tukang ojek dan 200an becak,” ucapnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...