Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

KALEIDOSKOP OLAHRAGA 2021

Lionel Messi Hengkang, di La Liga Barcelona Tumbang

Lionel Messi mengaku sudah melakukan semuanya untuk bisa bertahan di Barcelona. (twitter.com/Box2BoxBola)

MURIANEWS, Kudus- Hengkangnya Lionel Messi dari Barcelona, adalah salah satu peristiwa olahraga penting di tahu 2021. Lionel Messi bukan hanya ikon bagi klub Barcelona, namun bahkan juga ikon bagi Catalonia.

Kisah kepindahan Lionel Messi ke Paris Saint Germain (PSG), sangat dramatis dan konon dibumbui dengan ‘penghianatan’, ‘persahabatan’ dan ‘pertarungan modal’ yang luar biasa. Messi yang sangat mencintai Barcelona, namun akhirnya harus meninggalkan klubnya.

Tahun 2020, Si Kutu-julukan Lionel Messi- sudah merajuk dengan mengancam ingin meninggalkan Barcelona. Hal ini dilakukannya karena Barcelona dirasakannya mulai ‘keluar’ dari pengelolaan yang baik sebagai sebuah klub raksasa.

Ketidaksenangannya terhadap kepemimpinan Josep Bortomeu diketahui menjadi penyebabnya. Bortemou pada akhirnya memang terbukti melakukan sebuah ‘kesalahan besar’ hingga membuat Barcelona tumbang.

Saat tampuk pimpinan ke Joan Laporta, maka berubah pula sikap Lionel Messi. Kedekkatannya dengan Laporta membuat dirinya kembali yakin akan terus berada di Barcelona. Namun dalam perkembangannya, ada banyak hal yang kemudian merubah hubungan Messi dan Barcelona.

BACA JUGA:Lionel Messi Menangis Saat Sampaikan Perpisahannya Dengan Barcelona

Laporta akhirnya lebih memilih untuk memikirkan tanggungan hutang Barcelona yang nilainya mecapai Rp20,2 triliun. Meski Lionel Messi bersedia menerima separuh gaji demi Barcelona, namun hal itu tidak cukup untuk bisa membuatnya bertahan di Camp Nou.

Batasan gaji bagi klub di La Liga membuat Barcelona kesulitan untuk bisa mempertahankan Messi. La Liga yang juga berkepentingan terhadap keberadaan Messi di Spanyol, sempat menawarkan jalan keluar, dengan mengajukan investor ke Barcelona dan semua klub La Liga. Namun Laporta menolak.

Sikap inilah yang kemudian dinilai sebagai sebuah ‘penghianatan’ yang dilakukan Laporta terhadap Messi. Sehari setelah menggelar pesta perpisahan di rumahnya, Messi angkat bicara dalam konferensi pers di Camp Nou. Dengan berlinang air mata, Messi mengaku sedih harus pergi.

“Saya tak tahu (apakah Barca sudah melakukan segalanya untuk saya), yang pasti saya telah melakukan semua yang saya bisa,” kata Messi.

“Laporta mengatakan kami tak bisa melakukannya karena (terbentur aturan) liga. Saya bisa beri tahu Anda bahwa saya telah melakukan semua yang saya bisa agar bisa bertahan, karena saya ingin bertahan,” ujar Lionel Messi.

Pada Minggu (8/8/2021), Lionel Messi secara resmi menyatakan berpisah dengan Barcelona Klub yang dicintainya. Setelah meninggalkan klub yang telah dibelanya selama 21 tahun, Messi selanjutnya menyatakan tengah bernegosiasis dengan sejumlah klub, dan menyebut PSG sebagai kemungkinan menjadi tujuan kepindahannya.

Hal itu disampaikannya dalam jumpa pers di Stadion Camp Nou yang penuh kenangan baginya. Dengan air mata berlinang, Messi berpamitan pada semua pendukung Barcelona dan rekan-rekannya sesame pemain Barcelona.

Kurang dari sepekan, Lionel Messi pada Jumat (13 Agustus 2021) sudah menyapa para pendukung PSG di Stadion Park Des Princes. Mimpi Qatar Sports Investments yang mengakuisisi PSG pada 2011 akhirnya terwujud untuk mendapatkan pemilik rekor lebih dari 672 gol dan 35 piala untuk Barcelona itu.

Berakhirnya ‘kisah cinta’ Messi dengan Barcelona jelas mengejutkan industry sepakbola di Eropa. Manchester City adalah pihak yang diduga paling ‘menyesal’. Sebab kejadian ini berlangsung ketika mereka sudah terlanjur membeli Jack Grealish dari Aston Villa seharga 100 juta euro (Rp 1,6 triliun).

Lainnya, Atletico Madrid juga dikabarkan ikut menawar Lionel Messi 20 juta euro (Rp 3,3 triliun), namun tidak seserius PSG.

Sepeninggal Lionel Messi, Barcelona yang dililit masalah keuangan akhirnya mengalami keterpurukan. Di La Liga Spanyol, Barcelona kini bukan menjadi tim yang sulit dikalahkan. Mereka bahkan tidak diyakini mampu bersaing di La Liga Spanyol.

Di Liga Champions, mereka juga mengalami nasib buruk untuk pertama kalinya sepanjang 20 tahun terakhir. Mereka tersingkir di babak penyisihan grup, dan kini berlaga di kompetisi kasta kedua Liga Europa.

Usaha Barcelona mendatangkan Xavi Hernandez dari Qatar untuk mengganti Koeman yang dipecat juga belum memberi jaminan. Barcelona kini sering ‘tumbang’ usai kehilangan Lionel Messi.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Dirangkum dari Berbagai Sumber

Comments
Loading...