Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Dugaan Jual Beli Jabatan, Seleksi Perangkat Desa di Blora Ditunda

Bupati Blora Arief Rohman memimpin rakor terkait pengisian perangkat desa. (MURIANEWS/Kontributor Blora)

MURIANEWS, Blora – Bupati Blora Arief Rohman memutuskan untuk menghentikan sementara atau menunda pelaksanaan seleksi perangkat desa di wilayahnya. Hal ini seiring munculnya dugaan jual beli jabatan di salah satu desa penyelenggara seleksi.

Keputusan itu diambil dalam rapat koordinasi evaluasi tahapan pelaksanaan pengisian perangkat desa, bersama jajaran forkopimcam dan seluruh kepala desa,  Jumat (24/12/2021).

Rapat berlangsung cukup alot karena adanya laporan dugaan penyalahgunaan kewenangan dan indikasi jual beli jabatan di tingkat desa. Sehingga Bupati sempat menskors rapat selama 12 menit untuk berdiskusi dengan forkopimda.

“Jadi kita putuskan, demi kondusufitas jadi pelaksanaan kita tunda. Timeline akan kita buat setelah Nataru nanti tanggal 7 Januari 2021,” katanya.

Baca: Muncul Dugaan Jual Beli Jabatan Perangkat Desa di Blora, Ini Respon Bupati

Ia mengatakan, proses tes CAT akan dilakukan jika kondisi telah kondusif. Tes itu akan melibatkan perguruan tinggi yang memenuhi syarat.

Bupati menyebut, jika ada kepala desa yang tetap melanjutkan pelaksanaan seleksi perangkat desa, pihaknya tak akan melarang.

Namun pihaknya tak akan lepas tangan jika terjadi masalah di kemudian hari.

“Namun jika kemudian ada apa-apa dikemudian hari, kita tidak bertanggungjawab,” tegas bupati.

Baca: Warga Plantungan Blora Geruduk Kantor Bupati, Ini Sebabnya

Menurutnya langkah ini di ambil atas kesepakatan kami bersama Forkopimda, memang tidak bisa memuaskan semua pihak. “Ini demi kebaikan Blora, langkah ini kita ambil,” pungkas Bupati.

Dalam rapat tersebut, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Blora, Sujatmiko, menekankan agar seluruh kepala desa dan panitia pengisian perangkat bisa menghindari praktik jual beli jabatan.

“Saya mengingatkan untuk menghentikan praktik jual beli jabatan. Siap tidak? Sudah banyak laporan yang masuk, kami sudah mengantongi beberapa nama yang perlu penyelidikan lebih lanjut,” tegas Sujatmiko.

Baca: Kades di Blora Tak Sengaja Buka Pintu Darurat, Satu Pesawat Batal Terbang

Sementara itu, Kapolres Blora, AKBP Wiraga Dimas Tama mendukung penundaan tahapan pengisian perangkat desa. Karena saat ini bertepatan dengan momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Sesuai Inmendagri terbaru, selama Nataru tidak diperbolehkan menggelar acara yang menimbulkan mobilitas banyak orang. Jika tes CAT tetap dilaksanakan di akhir Desember ini pastinya kita juga akan mendapatkan teguran dari pusat. Sehingga sebaiknya memang ditunda dahulu,” ungkap Kapolres.

Plh. Kepala Dinas PMD Kabupaten Blora, Yayuk Windrati, menyampaikan khusus untuk Desa Plantungan yang menurutnya kemarin telah terbukti ada kecurangan. Maka berdasarkan hasil audiensi hari Kamis (23/12/2021) dan kajian bersama, tahapan pengisian perades Plantungan dihentikan dan akan diulang di tahun depan dengan kepanitiaan yang baru.

 

Kontributor Blora
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...