Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Data Peserta Vaksinasi Masih Tercecer, Bupati Jepara Ngamuk

Bupati Jepara Dian Kristiandi mengecek data pribadi peserta vaksinasi yang tercecer di Pendapa RA Kartini Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Bupati Jepara Dian Kristiandi, Jumat (24/12/2021) naik pitam lantaran data pribadi peserta vaksinasi Covid-19 yang tercecer di Pendapa RA Kartini Jepara tak kunjung diamankan. Bupati marah kepada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara yang menurutnya sangat teledor.

Sejak kali pertama ditemukan MURIANEWS, sudah 24 jam lebih data peserta vaksinasi yang tercecer itu tak diambil oleh DKK Jepara. Hingga didatangi bupati, tumpukan data tersebut masih berserakan di bawah gamelan yang diletakkan di serambi depan pendapa.

“Ini gimana maksudnya, kok data-data penting bisa sampai ditinggal di sini. DKK teledor sekali,” kata Andi sambil mengumpulkan data-data tersebut.

Andi menegaskan akan segera memanggil DKK untuk mempertanggungjawabkan keteledoran tersebut.

Baca: Loh! Puluhan Data Pribadi Peserta Vaksinasi Covid-19 Tercecer di Pendapa Jepara

Meskipun hanya foto kopian data seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), kartu vaksin dan beberapa data lainnya, Andi tetap tidak menganggap keteledoran itu sebagai hal remeh.

Sebab, Andi menganggap bahwa data-data pribadi tersebut sangat penting dan wajib dilindungi. Sebab, data pribadi masyarakat sangat rawan bila digunakan orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan.

“Data-data pribadi ini bisa tercecer di lapangan seperti ini harapannya tidak lagi terjadi. Karena ini cukup membahayakan bagi masyarakat. Data pribadi mestinya harus dilindungi dan tidak boleh dibiarkan seperti ini. Ini menjadi kelalaian teman-teman (tenaga kesehatan, red) di lapangan,” tegas Andi.

Baca: Data Peserta Vaksinasi di Jepara Tercecer, Disdukcapil: Bahaya, Teledor Itu!

Dengan adanya kejadian ini, Andi akan mengevaluasi seluruh kinerja yang dilakukan DKK dalam menjalankan vaksinasi Covid-19. Tidak hanya di tingkat DKK, evaluasi juga akan dilakukan menyeluruh sampai di tingkat Puskesmas dan fasilitas kesehatan bawah.

“Semua (fasilitas kesehatan, red) tidak boleh ada lagi seperti ini. Sebenarnya bukan soal vaksinnya, tapi soal data kependudukan yang mestinya diamankan dan dilindungi. Tapi tercecer di lapangan,” tandas Andi.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

 

Comments
Loading...