Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Di Kudus, Nasi Aking Godong Jati Kini Naik Kelas

Nasi aking dengan bungkus daun jati. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Nasi aking yang dulu dikenal sebagai makanannya orang-orang miskin, kini naik kelas. Di Kabupaten Kudus, olahan nasi aking bahkan dijajakan dengan penyajian yang menarik selera dengan bungkus godong atau daun jati.

Peminatnya pun datang dari berbagai kalangan. Dari kelas menengah hingga kalangan atas.

Salah satu yang menjual nasi aking ini adalah Amida Ulfa Fauziah yang berjualan di depan kantor Persatuan Perusahaan Rokok Kudus (PPRK). Lokasi tepatnya di Jalan Veteran, Desa Glantengan Kecamatan Kota, Kudus.

Nasi aking buatan Amida ini dibungkus daun jati, untuk membuat rasa nasi akingnya lebih sedap. Selain itu, juga dipadu dengan urapan, ikan peda dan sambal, yang membuat kuliner ini lebih nikmat.

“Ditambah dengan bungkusan daun jati supaya khas. Karena di Kudus itu kan biasanya identik dengan daun godong jati,” katanya, Kamis (23/12/2021).

Amida Ulfa Fauziah sedang menyiapkan nasi aking di warungnya depan PPRK Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

Meski nampak seperti nasi putih pada umumnya, rasa nasi aking itu terasa gurih. Selain itu juga rendah gula dan kalori. Alhasil, makanan ini banyak diburu bagi penderita diabetes.

“Saya berjualan nasi aking daun jati sudah dua tahun. Saya jualan nasi aking karena ibu dulu senang makan nasi aking,” terangnya.

Menurut dia, penyajian menggunakan daun jati bertujuan untuk menambah cita rasa dan ciri khas. Soal keunikan lainnya berasal dari proses pemasakan.

Baca: Soto Kerbau Kudus, Kuliner Sarat Akulturasi Budaya

Dia melanjutkan, proses waktu memasak nasi aking itu memerlukan waktu yang lama. Nasi aking itu harus direndam terlebih dahulu.

“Proses pembersihan diulang sampai beberapa kali. Proses memasaknya menggunakan dandang. Karena tidak bisa menggunakan mesin penanak nasi,” terangnya.

Untuk menikmati nasi aking ini pembeli hanya perlu mengeluarkan uang Rp 3 ribu hingga Rp 7 ribu saja per porsinya, menyesuaikan tambahan lauknya. Dalam sehari Mida mengaku mampu menghabiskan 90 porsi nasi aking.

Pembeli nasi aking daun jati itu tidak hanya berasal dari Kudus. Tetapi juga ada yang berada dari luar Kudus seperti Semarang.

“Ada yang beli dari luar Kudus. Dari Demak dan Semarang juga ada,” ungkapnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.