Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Data Peserta Vaksinasi di Jepara Tercecer, Disdukcapil: Bahaya, Teledor Itu!

Data peserta vaksinasi Covid-19 tercecer di Pendapa RA Kartini, Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Tercecernya 87 bendel data pribadi peserta vaksinasi Covid-19 di serambi depan Pendapa RA Kartini, Jepara, cukup berbahaya. Data-data tersebut sangat rawan digunakan orang yang tidak bertangungjawab untuk melakukan kejahatan.

Mengetahui hal itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Jepara sangat kecewa dengan orang yang telah teledor meninggalkan data-data pribadi masyarakat begitu saja.

“Teledor itu, ngawur itu. Jadi kan, bahaya itu,” kata Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Jepara, Wahyanto, Kamis 23 Desember 2021.

Wahyanto menegaskan, data pribadi penduduk masuk dalam kategori data yang dilindungi. Data itu penting untuk keamanan pribadi.

Oleh karena itu, jika data pribadi jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab, akan berbahaya.

Wahyanto menyontohkan, misalnya Nomor Induk Kependudukan (NIK) jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab, maka akan digunakan untuk mendaftar kartu seluler.

Bila nomor seluler itu digunakan untuk penipuan atau kejahatan, maka yang akan disasar untuk bertanggung jawab adalah pemilik NIK yang digunakan untuk mendaftar tersebut.

“Sangat bahaya itu. Terutama NIK. NIK bisa digunakan untuk pinjaman online atau melakukan penipuan atau bahkan kejahatan. Nah, kalau sudah seperti itu, nanti yang dilacak adalah kita karena sesuai NIK yang terdaftar,” terang Wahyanto.

Dengan adanya temuan tersebut, Wahyanto berharap agar pelaksana vaksinasi Covid-19 lebih berhati-hati lagi dalam menjaga data-data pribadi peserta vaksinasi. Meskipun data itu berupa fotokopi, pihaknya tetap meminta data itu tetap dijaga.

Baca: Loh! Puluhan Data Pribadi Peserta Vaksinasi Covid-19 Tercecer di Pendapa Jepara

Kepada masyarakat, Wahyanto mengimbau agar lebih berhati-hati lagi dalam menjaga data pribadi.

Masyarakat diharapkan tidak sembarangan dalam memberikan data pribadinya kepada orang lain. Termasuk saat mengirimkan file data pribadi melalui pengiriman digital pada pesan singkat atau mengunggahnya media sosial.

“Bahkan kalu fotokopi kita. Kalau membuang itu tidak bisa asal-asalan. Kalau bisa dimusnahkan hancur sampai NIK-nya tidak bisa dibaca,” tandas Wahyanto.

Sebelumnya, MURIANEWS tak sengaja mendapatkan tumpukan data pribadi peserta vaksinasi Covid-19 di bawah gamelan yang terletak di serambi depan Pendapa RA Kartini Jepara.

Data-data itu sepertinya sudah lama menumpuk di tempat tersebut. Buktinya, lembaran-lembaran kertas sudah berdebu dan warna putihnya mulai kusam.

Tumpukan data yang berserak tersebut terdiri dari kartu vaksinasi Covid-19, Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan lembaran skrining yang biasa diberikan kepada peserta sebelum disuntik.

 

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...