Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Puluhan Buruh di Blora Geruduk Kantor DPRD

Para buruh menggelar aksi di depan Kantor DPRD Blora. (MURIANEWS/Kontributor Blora)

MURIANEWS, Blora – Puluhan pekerja eks karyawan PT Caraka Perdana Megah yang tergabung dalam Serikat Pekerja Pertamina Cepu, mengeruduk Kantor DPRD Blora, Rabu (22/12/2021).

Mereka ingin DPRD membantu mereka menyelesaikan hak upah kerja, yang belum dibayar oleh PT GEO Cepu Indonesia (GCI) senilai miliaran dan hak lainnya seperti BPJS Ketenagakerjaan.

Para buruh yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi) Blora itu melakukan demo karena kasus itu sudah bergulir sejak 2017 silam.

“Ini permasalahan lama nanti di tahun 2022 genap lima tahun. Ini adalah permasalahan hak, ketika buruh sudah bekerja, berarti akan mendapatkan haknya,” kata Ketua Serikat Pekerja Kontrak Pertamina (SPKP) Agung Pujo.

Menurutnya, saat ini, hak para pekerja di tahun 2017 belum diterima. Tepatnya bulan Agustus. Agung mengatakan total pekerja yang belum dibayarkan yakni ada 260 orang.

Terkait tuntutannya, Agung menjelaskan dengan jumlah nominal yang dihitung dari 260 orang pekerja tersebut sebesar Rp 2, 6 miliar.

“Upahnya agustus 2017, BPJS JHTnya dan tabungan Simponi, Upahnya sendiri hanya satu bulan, BPJS nya sampai 7 bulan enggak dibayar, total per individu ada Rp 10 juta, ini sudah besar bagi mereka. Kalau ditotal dari 260 pekerja mencapai Rp 2,6 miliar,” jelasnya.

Baca: Warga Penolak Ganti Rugi Tol Solo-Yogya Geruduk PN Klaten

Menurutnya, penyelesaiannya ini selalu tidak menemui titik terang. Bahkan pihaknya dijanjikan DPRD yang akan ke Jakarta membahas soal ini. Pihaknya juga akan melakukan aksi yang sama jika tuntutannya tidak menemui titik temu.

“Satu bulan sekali kita akan melakukan aksi seperti ini. Para pekerja masih bekerja seperti biasa. Hanya tuntutan gaji tahun 2017,” ungkapnya.

Ia menceritakan permasalahan ini bermula ketika GCI yang menunjuk PT Caraka untuk pengelolaan di Kawengan, Ngledok, Nglobo dan Semanggi diambil alih oleh Pertamina.

“PT GCI menunjuk PT Caraka tadi, ketika itu PT GCI failed, hingga akhirnya di-take over atau diambil alih Pertamina. Ketika sudah diambil alih Pertamina, ini masalah muncul, akhirnya temen-temen ini tidak diakui oleh Pertamina,” pungkasnya.

 

Kontributor Blora
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...