Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

BMKG: Bibit Siklon Tropis Termonitor di Laut Timor-Arafuru

BMKG Bibit Siklon Tropis Termonitor di Laut Timor Arafuru

Kepala BMKG Prof Ir Dwikora Karnawati saat menginformasikan deteksi bibit siklon tropis di Laut Timor-Arafuru. (YouTube BMKG)

MURIANEWS, Jakarta – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi potensi kemunculan bibit siklon tropis di perairan Laut Timor-Arafuru, Rabu (22/12/2021).

Kemunculan bibit siklon tropis terdeteksi Jakarta Tropical Cyclon Warning Center (TCWC) selama 24 jam dalam periode tujuh hari. Itu diungkapkan Kepala BMKG Prof Ir Dwikora Karnawati dalam keterangannya.

“Berdasarkan analisis dinamika atmosfer hari ini, Jakarta TCWC mengidentifikasi adanya peningkatan potensi pembentukan pola sirkulasi siklonal yang dapat meningkat menjadi suspect area potensi bibit siklon tropis di sekitar perbatasan wilayah laut Timor dan Arafura,” katanya seperti disiarkan di YouTube BMKG.

Baca juga: Siap-Siap, Dua Siklon Tropis Terdeteksi BMKG

Bibit siklon tropis itu tetapnya muncul di sekitar perairan selatan Kepulauan Tanimbar atau Saumlaki dalam periode dua hari kedepan seiring dengan menguatnya pola sirkulasi dan kecepatan angin sistem tersebut.

“Suspect area tersebut mempunyai kecenderungan bergerak ke arah selatan hingga barat daya menuju wilayah perairan utara Australia,” jelasnya.

Puncak pembentukan siklon tropis diperkirakan pada Sabtu (25/12/2021) dan Minggu (26/12/2021). Saat itu kecepatan anginnya mencapai 35km sampai 36km per jam. Namun, kemungkinan sistemnya sudah berada di area tanggung jawab TCWC Australia.

Adapun probabilitas potensi menjadi Siklon Tropis sebagai berikut:

Kamis (23/12/2021): potensi Rendah

Jumat (24/12/2021): potensi Rendah-Sedang

Sabtu (25/12/2021): potensi Sedang-Tinggi

Minggu (26/12/2021): potensi Tinggi

“Jadi diperkirakan apabila nanti terbentuk badai tropis sudah dibawah area monitoring Austrailia. Namun dampaknya akan berpengaruh dapat menimbulkan hal yang perlu diantisipasi di wilayah Indonesia,” ujarnya.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.