Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pemkab Kudus Manfaatkan DBHCHT Cetak Wirausaha Baru

Sejumlah peserta mengikuti pelatihan pembuatan hantaran pengantin di BLK Kabupaten Kudus. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus membuka beragam pelatihan keterampilan bagi buruh rokok maupun keluarga buruh rokok di Kota Kretek. Dengan harapan, pelatihan tersebut bisa mencetak wirausahawan baru yang kreatif.

Pelatihan itu sendiri, dibiayai dari anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kudus. Sehingga dalam aturannya, memang hanya bisa diikuti oleh buruh rokok maupun keluarganya.

“Memang untuk pelatihan yang anggarannya bersumber dari DBHCHT menurut PMK 206 Tahun 206 hanya boleh diikuti buruh rokok baik karyawan borong maupun harian dan keluarganya. Untuk masyarakat umum ada sumber anggaran lainnya di APBD 2021,” kata Hartopo.

Pelatihan tersebut pun diharapkan bisa memberi mereka bekal khusus. Sehingga setelah lulus dari pelatihan, mereka bisa membuka usaha sendiri atau mengembangkan yang sudah ada.

“Ini menjadi upaya Pemkab Kudus untuk mencetak wirausahawan baru di Kudus. Karena manfaatnya cukup besar dan antusiasme warga Kudus juga cukup tinggi, program pelatihan keterampilan akan berlanjut tahun depan,” ujarnya.

Sementara Kepala UPTD BLK Kudus Evita Dewi menambahkan, saat ini UPTD BLK Kudus menggelar pelatihan tahap lima, sekaligus program pelatihan terakhir di tahun 2021. Pelatihan tahap lima yang bersumber dari anggaran DBHCHT itu menyediakan lima jenis pelatihan.

“Ada pelatihan membuat hantaran pengantin, pelatihan tata boga, pelatihan make up artist, pelatihan handycraft, dan pelatihan Bahasa Inggris,” rincinya.

Jenis pelatihan yang digelar, imbuh dia, telah melalui pertimbangan apa yang tengah jadi kebutuhan masyarakat di era sekarang. Setiap kelas diikuti sebanyak 16 orang peserta dengan rata-rata durasi pelatihan selama tujuh hari.

“Kemudian kami link and match dengan kebutuhan di masyarakat dan animo warga. Harapan kami dengan adanya pelatihan ini dapat memberikan bekal kepada peserta yang ingin membuka usaha sendiri maupun bekerja di perusahaan,” tandasnya.

Salah satu yang merasakan manfaatnya adalah Sutina (44). Perempuan asal Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus ini mengikuti pelatihan membuat hantaran pengantin.

Pelatihan itu didanai anggaran DBHCHT 2021. Karena berasal dari keluarga buruh rokok, Sutina pun tak berpikir panjang dan segera mendaftarkan diri.

“Karena ingin mengembangkan apa yang sudah saya kuasai, saya pun akhirnya mendaftar. Ilmu yang didapat sangat luar biasa. Setelah lulus nanti ingin mengembangkan usaha membuat hantaran pengantin,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...